Air Sungai Keruh, Kades Temahar Duga Ada Aktifitas PETI

Padahal, semenjak musim kemarau yang sudah menginjak satu bulan ini, kebutuhan masyarakat akan air di rumah warga sudah habis.

Air Sungai Keruh, Kades Temahar Duga Ada Aktifitas PETI
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ALFON PARDOSI
Kades Temahar dan Bhabinkamtibmas cek air sungai yang tercemar diduga aktifitas PETI di bagian hulu sungai 

Air Sungai Keruh, Kades Temahar Duga Ada Aktifitas PETI

LANDAK - Kepala Desa (Kades) Temahar, Kecamatan Jelimpo Andri Noberto mengatakan, sudah melihat pencemaran air dan ada laporan masyarakat kepada dirinya.

Pencemaran air kata Kades diduga ditimbulkan akibat dari aktifitas PETI di hulu Sungai Belantian.

Padahal, semenjak musim kemarau yang sudah menginjak satu bulan ini, kebutuhan masyarakat akan air di rumah warga sudah habis.

Sehingga masyarakat untuk mencuci pakaian, mandi, dan lain-lain akan menggunakan air Sungai Belantian.

"Tapi akibat adanya Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di perhuluan Sungai Belantian menyebabkan air menjadi keruh," ujar Andri Noberto kepada Bhabinkamtibmas Bripka G Silitonga pada Senin (19/8/2019).

Baca: Sutarmidji Jamin Pertambangan Emas untuk Kesejahteraan Masyarakat Kalbar

Baca: Video Aksi Bupati Sambas Razia Pertambangan Emas Ilegal

Kades juga meminta tolong kepada kepolisian agar PETI di Hulu Sungai Belantian ditertibkan.

"Kita harap bisa ditertibkan," harapnya.

Sementara itu Kapolsek Ngabang Kompol B Sembiring saat dikonfirmasi Tribun mengakui jika sudah ada pengaduan dari Kades kepada Bhabinkamtibmas.

"Iya emang ada pengaduan itu dari Kades, Bhabin kita yang disana yang menyampaikan ke saya," ujar Kapolsek pada Selasa (20/8/2019).

Diterangkannya, ia juga sudah memerintahkan kepada bhabinkamtibmas yang bertugas di sana untuk mengecek ke lokasi serta memberikan himbauan kepada masyarakat agar tidak melakukan PETI.

Terkait dengan penindakan, pihaknya mesti berkoordinasi dengan Polres. "Tapi kita upayakan tindakan persuasif dulu," ungkapnya.

Selain itu, tokoh-tokoh masyarakat setempat juga akan digandeng. "Dengan tokoh-tokoh masyarakat dan tokoh adat juga akan kita gandeng, untuk cari solusi," tutupnya. 

Penulis: Alfon Pardosi
Editor: Ishak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved