Dirgahayu RI

Zora Alya Putri Asal Kota Pontianak Jadi Pembawa Baki di Upacara 17 Agustus Keboen Sayoek

Zora Alya Putri, satu di antara putri terbaik Kota Pontianak yang diberikan mandat oleh para pelatih untuk membawa baki bendera merah putih

Zora Alya Putri Asal Kota Pontianak Jadi Pembawa Baki di Upacara 17 Agustus Keboen Sayoek
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA
Wali Kota Edi Kamtono saat menyalami peserta Paskibraka Pontianak 

Zora Alya Putri Asal Kota Pontianak Jadi Pembawa Baki di Upacara 17 Agustus Keboen Sayoek

PONTIANAK - Zora Alya Putri, satu di antara putri terbaik Kota Pontianak yang diberikan mandat oleh para pelatih untuk membawa baki bendera merah putih pada upacara peringatan 17 Agustus di Keboen Sayoek kemarin.

Dirinya sekarang tengah menempuh pendidikan di SMA 8 Pontianak. Dan telah menjadi anggota paskibra sejak duduk di bangku kelas X SMA.

Zora merupakan pribadi yang sopan dan ramah, hal ini terlihat ketika ia dimintai untuk foto bersama dengan para adik kelasnya usai upacara bendera di Keboen Sayoer.

Walaupun di tengah terik matahari ia tak nampak ogah-ogahan, namun malah sebaliknya, ia dengan semangat dan ramah meladeni permintaaan foto yang tidak sedikit itu.

Baca: Syarat Bergabung dengan Lions Club Pontianak

Baca: Tiga BUMN, Askrindo, Perum Perindo dan PTPN XIII Gelar Jalan Sehat di Mempawah

Baca: 9 Anggota DPRD Kalbar Perempuan Diharapkan Dapat Maksimal Berkontribusi

Menurut dara kelahiran Pontianak 20 Mei 2003 ini, persiapan yang telah dijalaninya selama sepuluh hari masa diklat, telah melatih fisik dan mentalnya secara utuh untuk fokus pada pengibaran bendera.

Dirinya merasa bangga ketika didaulat sebagai pembawa baki pada upacara 17 Agustus kali ini. Ia juga menceritakan bagaimana rasanya ketika membawa baki bendera merah putih saat upacara.

"Rasanya jadi pembawa baki itu bener bener percaya diri, pede dan harus selalu senyum. Saya juga tidak menyangka, karna pada awalnya saya mengira bahwa saya tidak mampu untuk menjalankan tugas sebagai pembawa baki," curhatnya kepada Tribun.

Gadis berparas ayu itu juga menceritakan tentang tantangan yang harus dihadapi oleh sang pembawa baki. Tantangan tersebut ialah saat menaiki anak tangga. Menurutnya ketika akan naik ataupun turun harus dengan hitungan yang benar.

"Naik tangga itu harus benar benar ngehitung langkah, kalau salah hitung yauda jatuh," ungkapnya.

Gadis dengan perawakan tegas ini, menambahkan jika dirinya harus siap untuk selalu tersenyum dan tetap harus tampil dengan percaya diri dalam kondisi apapun.

Anak pertama dari dua bersaudara ini menyakinkan Tribun bahwa untuk menjadi pembawa baki harus dapat menghilangkan rasa grogi, terutama ketika akan menggambil bendera dari Wali Kota.

Dan ia menambahkan jika kedua tangan harus siap dan kuat untuk menadah bendera.

Anak dari pasangan Budi Haryono dan Yuniarti ini berharap agar generasi muda selanjutnya dapat lebih baik secara fisik dan mental. Ia berpesan kepada penerusnya kelak.

"Kalian harus benar-benar kuat, tugas kalian selanjutnya harus bisa mengibarkan sang merah putih dengan sukses," harapnya kepada paskibraka 2020. (Rizki Fadriani)

Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved