Upah Mengajar Sejam Rp 30 Ribu, Sekolah Cuma Andalkan Dana BOS

Semua sekolah negeri di Kalbar yang mempekerjakan guru honorer hanya mengandalkan 15 persen dari total dana Bantuan Operasional Sekolah

Upah Mengajar Sejam Rp 30 Ribu, Sekolah Cuma Andalkan Dana BOS
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ANESH VIDUKA
ejumlah guru yang tergabung dalam PGRI Kalbar saat berjalan kaki dari kantor DPRD Kalbar menuju Kantor Gubernur Kalbar, di Jl A Yani, Pontianak, Senin (27/6/2016) pagi. Dalam Aksi damai yang diikuti oleh ribuan guru dari berbagai kabupaten/kota se Kalbar ini mendesak pemerintah untuk segera mencairkan dana bos, serta menuntut pemerintah agar memberikan perlindungan kepada para guru dalam menjalankan tugasnya. pada kesempatan ini ribuan guru tersebut juga mendesak pemerintah segera mengangkat para guru honorer K2 menjadi PNS. 

Upah Mengajar Sejam Rp 30 Ribu, Sekolah Cuma Andalkan Dana BOS

PONTIANAK  - Semua sekolah negeri di Kalbar yang mempekerjakan guru honorer hanya mengandalkan 15 persen dari total dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

Akibatnya, upah yang diterima guru honorer jauh dari kata layak yakni Rp 30 ribu hingga Rp 40 ribu untuk setiap jam mengajar.

Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sanggau Poheng Gew menyampaikan, di Kabupaten Sanggau ada 642 guru SMP yang berstatus PNS.

"Guru kontrak di daerah sebanyak 172 orang, guru honor BOS sebanyak 545 orang. Sedangkan guru SD berstatus PNS sebanyak 2.188 guru, guru kontrak daerah sebanyak 363 orang, dan guru honor BOS sebanyak 223 orang," katanya.

Poheng mengakui bahwa gaji guru honor BOS masih di bawah Upah Minimum Kabupaten (UMK). Gaji yang diterima tergantung banyaknya jam mengajar guru yang bersangkutan.

"Hitungannya jumlah jam mengajar kali kemampuan sekolah. Kemampuan sekolah bervariasi, ada yang mampu memberikan Rp 30 ribu per jam, ada yang mampu Rp 40 ribu per jam. Ada yang mampu di bawah itu," ujar Poheng Gew kepada Tribun, Jumat (16/8).

Diakuinya, rata-rata gaji guru honor BOS masih di bawah UMK. Dijelaskan Poheng Gew, dana BOS untuk membayar gaji guru maksimum 15 persen dari total jumlah BOS yang diterima sekolah.

Sementara guru kontrak sudah dianggarkan melalui APBD Kabupaten Sanggau (DPA Dinas Pendidikan). "Besarnya antara Rp 1,4 juta sampai Rp 1,5 juta. Masih dibawah UMK Sanggau," tuturnya.

Baca: Aksi Heroik Pasukan Pengibar Bendera Panjat Tiang Kibarkan kembali Bendera Merah Putih Yang Terlepas

Baca: Lupa Cabut Kunci, Motor Raib Dibawa Maling

Baca: TRIBUNWIKI: Profil Petinju Putri Kubu Raya Inda Wulandari

Ia mengatakan, Pemkab Sanggau sampai saat ini belum menganggarkan gaji guru honor ke dalam APBD lantaran kemampuan keuangan daerah yang terbatas.

Halaman
123
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved