SDN 19 Telayar Terbakar , Dedi Setiawan: Sekolah Ini Sebelumnya Hanya Dua Kelas yang Terisi

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang merembet dan membakar bangunan sekolah SDN 19 Mempawah Timur

SDN 19 Telayar Terbakar , Dedi Setiawan: Sekolah Ini Sebelumnya Hanya Dua Kelas yang Terisi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Ya'M Nurul Anshory
Sisa-sisa bangunan SDN 12 Mempawah Timur, Dusun Tekam (Telayar) usai dilanda kebakaran api karhutla, tampak api masih menyala disekitar lokasi, Minggu (18/8/2019) pagi. 

SDN 19 Telayar Terbakar , Dedi Setiawan: Sekolah Ini Sebelumnya Hanya Dua Kelas yang Terisi

MEMPAWAH - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang merembet dan membakar bangunan sekolah SDN 19 Mempawah Timur, yang berlokasi di Dusun Tekam (Telayar), Desa Sejegi, Kabupaten Mempawah, Kalbar menyisakan duka mendalam bagi para siswa.

Proses belajar mengajar mereka dipastikan terhambat akibat peristiwa kebakaran tersebut.

Ditambah lagi dalam peristiwa kebakaran yang menyapu rata SDN 19 Telayar itu tidak ada satupun aset yang bisa diselamatkan.

Kepala Sekolah SDN 12 Telayar, Dedi Setiawan, menjelaskan ada 12 orang siswa yang menuntut ilmu di sekolah yang menjadi abu itu.

Dimana hanya ada dua kelas yang terisi yakni kelas dua dan kelas enam.

Baca: VIDEO: Bupati Erlina Akan Tumpangkan 12 Siswa SDN 19 Telayar ke PAUD atau Balai Desa

Baca: Mahasiswa UPB Sambut Hari Kemerdekaan dengan Kegiatan Sosial

"Jadi jumlah siswa yang ada di SDN 19 Telayar ini ada 12 siswa, yang terdiri dari kelas dua, empat siswa dan kelas enam delapan siswa," ujarnya, Minggu (18/8/2019).

Selama ini kata dia, SDN 19 Telayar aktif digunakan untuk proses belajar mengajar setiap hari meski sekolah tersebut kekurangan siswa.

Dia mengatakan, ketika kebakaran tidak ada satupun aset yang bisa diselamatkan dari sekolah itu.

"Saat peristiwa kebakaran tidak ada satupun aset yang bisa diselamatkan, semuanya hangus, termasuk buku-buku yang ada di sekolah, tapi ada juga sebagian yang dibawa pulang oleh siswa," ujarnya.

Sementara ini kata dia, para siswa akan belajar dengan buku yang ada, mereka akan memanfaatkan buku dari sekolah yang mereka bawa pulang.

"Siswa ada yang memegang buku dibawa pulang kerumahnya, jadi kalau memang minggu depan akan dimulai proses belajar mengajar, ya kita akan gunakan buku yang ada saja, sambil menunggu bantuan dari luar, atau pemerintah," pungkasnya.

Penulis: Ya'M Nurul Anshory
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved