Program Kampung Riset IAIN Pontianak Beri Kesan Mendalam Bagi Peserta

Kegiatan Kampung Riset 2019 IAIN Pontianak dilaksanakan di dua kecamatan yaitu di Kabupaten Sanggau antara lain Kecamatan Kapuas dan Tayan Hilir

Program Kampung Riset IAIN Pontianak Beri Kesan Mendalam Bagi Peserta
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Program Kampung Riset IAIN Pontianak Beri Kesan Mendalam Bagi Peserta 

Program Kampung Riset IAIN Pontianak Beri Kesan Mendalam Bagi Peserta

PONTIANAK - Kegiatan Kampung Riset 2019 IAIN Pontianak dilaksanakan di dua kecamatan yaitu di Kabupaten Sanggau antara lain Kecamatan Kapuas dan Tayan Hilir.

Terdapat empat lokasi yaitu Desa Penyeladi, Sungai Sengkuang, Tayan Hilir (Keraton), dan Desa Pedalaman. Peserta yang mendaftar sebanyak 41 orang. Namun 7 gugur dikarenakan beberapa hal dan pertimbangan lainnya.

Hal tersebut yang disampaikan oleh Ketua LP2M, Sukardi, saat menyampaikan sambutan dalam Pembekalan Kampung Riset 2019, di Ruang Pertemuan Abdul Rani Machmud,
Jumat (16/8/2019).

Sukardi mengatakan tahun ini akan mencoba tidak membatasi peserta itu dari semester berapa.

"Perlu saya sampaikan kalian cukup beruntung, karena di tahun 2018 yang bisa mengikuti kegiatan ini hanya semester empat. Kami berharap kalian bisa ikut kegiatan ini dengan baik, belajar meneliti karena suka atau tidak suka kalian akan meneliti untuk menyusun skripsi. Kesempatan inilah yang harus dilakukan sebaik-baiknya," ujarnya.

Baca: Perjalanan 74 Tahun Indonesia Merdeka, Majukan Visi Bersama Membangun Bangsa

Baca: IM3 Ooredoo Hadirkan Minggu Merdeka, Berikan Pelanggan Kebebasan Lifestyle dengan Kuota Besar

Baca: Jadwal MotoGP Inggris 2019 Trans7: Valentino Rossi Berusaha, Vinales: Marquez Bukan Lawan Sepadan

Ia yakin kalau mahasiswa ikut kegiatan ini dengan baik, maka nanti pada saat akan menulis proposal skripsi itu akan sangat mudah sekali.

Maka tidak ada kata rugi sedikitpun kalau mahasiswa ikut kegiatan ini. karena para mahasiswa akan dibimbing bagaimana caranya mencari data penelitian, bagaimana cara mewawancarai narasumber dan bagaimana cara menulis laporan penelitian.

Sementara itu, salah satu peserta Kampung Riset 2018, Muhammad Fikri menyampaikan pesan dan kesannya saat menjadi bagian dari Peserta Kampung Riset 2018.

Menurutnya, ia sangat beruntung mengikuti kegiatan kampung riset. Karena dalam kegiatan tersebut dibimbing bagaimana mengidentifikasi masalah, observasi, wawancara, dan menganalisis data di lapangan. Kemudian menarasikannya dalam bentuk tulisan hingga akhirnya menjadi buku.

“Kami sangat beruntung mengikuti Kampung Riset. Disini kami diajarkan untuk mempraktikkan langsung teori riset di lapangan. Kesan yang tak pernah dilupakan yakni ketika hasil tulisan yang saya buat dikutip oleh mahasiswa dalam penyusunan makalah tentang kebudayaan islam. Inilah bagian berharga yang tak akan pernah saya lupakan," pungkasnya.

Penulis: Anggita Putri
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved