Tiga Tokoh Kalbar Gagal Jadi Pahlawan Nasional, Yayasan Baru Terima Surat Kemensos

Penolakan ini sontak membuat kecewa masyarakat Kalbar, terutama para pengurus Yayasan Sultan Hamid II yang sudah berjuang keras.

Tiga Tokoh Kalbar Gagal Jadi Pahlawan Nasional,  Yayasan Baru Terima Surat Kemensos
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA
Sekretaris Sultan Pontianak sekaligus Juru Bicara Sultan Pontianak, Muhammad Donny Iswara 

Tiga Tokoh Kalbar Gagal Jadi Pahlawan Nasional,  Yayasan Baru Terima Surat Kemensos

PONTIANAK  - Kementerian Sosial (Kemensos) RI kembali menolak tiga nama tokoh Kalbar yang diajukan untuk ditetapkan menjadi pahlawan nasional.

Ketiga tokoh dimaksud adalah Sultan Syarif Hamid Al Qadrie (Sultan Hamid II), JC Oevaang Oeray, dan Gustirani Pangeran Natakusuma.

Sejatinya informasi penolakan tiga nama ini sudah dikeluarkan Kemensos lewat suratnya pada 22 Januari 2019. Namun, surat itu baru diketahui oleh Yayasan Sultan Hamid dan Keluarga Keraton Kadriah Pontianak pada Kamis (15/8/2019).

Penolakan ini sontak membuat kecewa masyarakat Kalbar, terutama para pengurus Yayasan Sultan Hamid II yang sudah berjuang keras.

"Pada dasarnya kami kecewa dengan sistem administrasi dari Kemensos yang tidak tertib. Sebab seluruh persyaratan yang diminta sudah kita lengkapi semuanya," ujar Ketua Yayasan Sultan Hamid II, Ansari Dimyati, Kamis (15/8/2019).

Dalam surat Nomor 12/3/PB.05.01/01/2019 tertanggal 22 Januari 2019 dan ditandatangani Direktur Jenderal Pemberdayaan Sosial Pepen Nazaruddin itu, Kemensos menyatakan tiga alasan penolakan untuk ketiga calon pahlawan kebanggan warga Kalbar itu.

Untuk Sultan Hamid II, ada tiga alasan yang disampaikan. Pertama, Sultan Hamid II tidak memenuhi syarat lantaran dianggap berkonspirasi bersama Westerling dan membuat pemberontakan dengan APRA (Angkatan Perang Ratu Adil) yang menyebabkan gugurnya Kolonel Lembong.

Kedua, Sultan Hamid II merupakan orang yang turut serta mendesain lambang negara bersama timnya dan ada dua yang memenangkan sayembara yang pertama Sultan Hamid dan yang kedua adalah M Yamin.

Poin ketiga menurut surat tersebut, Sultan Hamid juga berkonspirasi dengan Westerling dalam menjatuhkan Sultan HB IX dan dijatuhkan hukuman selama 10 tahun dan sampai saat ini hukuman itu masih berlaku dan bersifat inkrah.

Halaman
1234
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved