Semarakan Dirgahayu ke 74 Republik Indonesia, DPPKH Provinsi Kalbar Adakan Bazar Pangan Murah

Dalam rangka menyemarakan HUT RI yang ke 74, Dinas Pangan Peternakan Dan Kesehatan Hewan (DPPKH) Provinsi Kalbar

Semarakan Dirgahayu ke 74 Republik Indonesia, DPPKH Provinsi Kalbar Adakan Bazar Pangan Murah
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Antusias masyarakat saat bazar pangan murah di¬†DPPKH Provinsi Kalbar Jalan Adisucipto nomor 48 Pontianak, Jumat (16/8). 

Semarakan Dirgahayu ke 74 Republik Indonesia, DPPKH Provinsi Kalbar Adakan Bazar Pangan Murah

PONTIANAK -  Dalam rangka menyemarakan HUT RI yang ke 74, Dinas Pangan Peternakan Dan Kesehatan Hewan (DPPKH) Provinsi Kalbar mengadakan kegiatan bakti sosial, gelar pangan lokal, sembako murah dan layanan terpadu untuk hewan yang dilaksanakan di Halaman DPPKH Provinsi Kalbar Jalan Adisucipto nomor 48 Pontianak, Jumat (16/8).

“Alhamdullilah kita selalu hadir untuk memberikan pangan pokok murah kepada masyarakat. Seperti ada beras, minyak goreng, gula, daging beku, telur, cabai, bawang putih dan bawang merah,” ujar Sekretaris Dinas Pangan, Peternakan dan Kesehatan Hewan, Usmandi.

Untuk beras, DPPKH Provinsi Kalbar memfasititasi kualitas medium dengan harga yang sangat terjangkau.

Baca: BPBD Kayong Utara Ungkap Kendala Selama Padamkan Karhutla

Baca: Kapolres Kayong Utara Harap Pemerintah Perkuat Alat dan Anggaran Penanggulangan Karhutla

Baca: Lanjutkan Operasi Bina Karuna, Polres Kayong Utara Akan Fokus Tindak Pelaku Pembakar Lahan

“Untuk beras medium kita fasisiltasi sebanyak 5 ton. Beras medium yang kita sediakan ini selisihnya dengan pasar bisa Rp 3000-3500. Kita jualnya hanya Rp8.800 yang biasanya di pasaran harga beras jenis ini sekitar Rp11.500-12.000,” ungkapnya.

Usmandi mengatakan bukan hal yang mudah bagi DPPKH Provinsi Kalbar

bisa menghadirkan harga sampai Rp 8.800 ke konsumen. 

“Ini bukan pekerjaan yang langsung ada seketika tapi itu suatu mekanisme yang kita bangun. Bagaimana gabungan kelompok tani (Gapoktan) menghasilkan beras, kita dampingi mereka, sehingga mereka tidak hanya sekedar menamam kemudian memasarkan beras ke pengepul. Kita potong rantainya ditengah, jadi dari petani langsung ke masyaakat.

Jadi selama ini kalau harga pangan itu tidak terjangkau ke masyarakat sebanarnya bukan produsennya, karena terus terang produsennya tidak mendapatkan hasil yang signifikan, yang merasakan hasil itu pemain ditengah,” jelasnya.

Adapun untuk harga lainnya seperti minyak goreng kemasan Rp 10.000, gula pasir putih Rp 11.300 per kg, daging beku Rp 95.000, telur Rp 1.300 per butir, cabai Rp 50.000 per kg, bawang putih Rp 24.000 per kg dan bawang merah Rp 21.000 per kg.

“Untuk cabai rawit kita hanya menyadiakan 20 kg. Dan harganya jauh dibawah pasaran saat ini. Dipasar per kilogramnya sampai Rp 78.000, disni hanya Rp 50.000. Karena pasokannya terbatas, padahal mintanya sangat tinggi terbukti buka jam 8 pagi, jam 9 lewat sudah habis,” katanya.

Usmandi mengatakan masyarakat sangat antusias dengan adanya kegiatan sosial ini. Dengan demikian ia pun berharap agar kegiatan ini dapat bermanfaat untuk semua.

Penulis: Ni Made Gunarsih
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved