KUMPULAN FAKTA Vina Garut, Link Video Vina Garut di Twitter hingga Tarif Layanan Vina Garut 500 Ribu

Diberitakan sebelumnya, tersebarnya video viral Vina Garut itu berawal saat dua pelaku yakni A (30) dan V (19) masih berstatus suami istri.

KUMPULAN FAKTA Vina Garut, Link Video Vina Garut di Twitter hingga Tarif Layanan Vina Garut 500 Ribu
Ilustrasi
Foto ini hanya ilustrasi dan sama sekali tidak berhubungan dengan artikel berjudul: KUMPULAN FAKTA Vina Garut, Link Video Vina Garut di Twitter hingga Tarif Layanan Vina Garut 500 Ribu. 

KUMPULAN FAKTA Vina Garut, Link Video Vina Garut di Twitter hingga Tarif Layanan Vina Garut 500 Ribu

VINA GARUT - Kasus video liar Vina Garut perlahan mulai menemukan titik terang setelah tiga pelaku diamankan polisi.

Dilansir dari video yang diunggah di channel YouTube tvOneNews yang tayang, Kamis (15/8/2019), polisi kini memburu dua pelaku lainnya yang terlibat video viral Vina Garut.

Kapolres Garut AKBP Budi Satria Wiguna mengatakan, kegiatan merekam video asusila itu sudah dilakukan dari tahun 2018.

Melalui sambungan telepon, AKBP Budi Satria mengaku belum bisa memberikan banyak komentar, terkait kasus video Vina Garut.
Hingga kini sudah ada tiga pelaku yang diamankan oleh pihak berwajib, dan masih menjalani pemeriksaan.

Baca: Gaya Pacarannya Tuai Kontroversi, Shafa Putri Sarita Terciduk Check In di Hotel dengan Bastian Steel

Baca: VIDEO: Oknum Camat di Sambas Meraba-raba Siswi Cantik di Ruang Kerja dan di Ruang Makan Rumah Dinas

"Perlu dijelaskan, sampai saat ini pemeriksaan masih berlangsung," ucap AKBP Budi Satria.

"Sementara kami baru bisa memberikan informasi tekait video pornonya, untuk konsumsi sendiri dan hanya untuk diperjualbelikan, kaitan dengan konsumen yang mau menjajaki kaitan seks yang menyimpang ini," tambahnya.

Polisi juga masih mengejar dua pelaku lain yang diduga terlibat dalam kasus video liar Vina Garut.

"Kaitan dengan komersil belum kami temukan, karena dua orang yang kami kejar belum kami tangkap demikian," jelas AKBP Budi Satria.

AKBP Budi Satria juga mengatakan bahwa kegiatan merekam video dewasa sudah dilakukan pelaku selama setahun.

"Kalau untuk kejadian ini dilakukan sudah hampir setahun yang lalu. Kurang lebih tahun 2018 di tengah tahun sekitar bulan Juli dan dilakukan memang bukan hanya sekali tapi berulang kali," jelas AKBP Budi Satria.

Halaman
1234
Editor: Marlen Sitinjak
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved