Kukuhkan Tim Paskibraka Kalbar, Ini Harapan Sutarmidji

Kalian harus bisa memaknai keberagamaan yang tertuang dalam sila-sila Pancasila dan Ideologi negara kita,

Kukuhkan Tim Paskibraka Kalbar, Ini Harapan Sutarmidji
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA
Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) H. Sutarmidji mengukuhkan Tim Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Provinsi Kalbar di Balai Petitih Kantor Gubernur Kalbar, Jalan A.yani, Kamis (15/8). 

Citizen Reporter
Humas Pemerintah Provinsi Kalbar, Rinto 

PONTIANAK - Gubernur Kalimantan Barat,  H Sutarmidji mengukuhkan Tim Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Provinsi Kalbar di Balai Petitih Kantor Gubernur Kalbar, Jalan A.yani, Kamis (15/8).

Paskibraka yang terdiri dari siswa-siswi Sekolah Menegah Atas (SMA) dan Sekolah Menegah Kejuruan (SMK) terpilih di 14 Kabupaten/ Kota yang ada di Kalbar untuk mewakili pengibaran bendera Merah Putih pada kegiatan kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus mendatang. 

Gubernur Kalbar H. Sutarmidji berpesan kepada tim Paskibraka, bahwa siswa-siswi yang terpilih ini merupakan kader terbaik penerus bangsa Indonesia di Kalbar untuk sebagai pemimpin kedepannya. 

"Mudah-mudahan kalian menjadi pemimpin penerus bangsa yang bisa memaknai sebagai orang Indonesia dengan jiwa Pancasila. Kalian harus bisa memaknai keberagamaan yang tertuang dalam sila-sila Pancasila dan Ideologi negara kita," ungkap Gubernur Kalbar, Sutarmidji dalam sambutannya.

Baca: VIDEO: Day To Remember PMI ke- 34, Ketua PMI Serahkan Bunga Mawar dan Masker ke Kodim Sanggau

Baca: Bupati Citra Harap Ada Transaksi Antara UKM dan Warga di Pameran di Pantai Pulau Datok

Lanjutnya, dengan adanya pemahaman keberagamaan sejak dini ditanamkan di diri sendiri, maka kita akan bisa maju demi membangun bangsa ini. 

"Pancasila sebagai pemersatu Bhineka Tunggal Ika itu yang harus kita pahami dalam diri kita. Jadikan keberagamaan dan perbedaan sebagai kemajuan bangsa bukan sebagai perpecahan, saya berharap bisa menjadi orang Indonesia bisa maju bersama tidak bicara dengan anti perbedaan karena kita tidak lahir dari pilihan yang kita inginkan. Perbedaan menjadi persatuan," harapannya.

Dirinya meminta para penerus bangsa jangan mudah terpengaruhi dengan sistem pemahaman yang intoleransi, karena banyak negara lain yang iri dengan negara Indonesia memiliki budaya, suku yang banyak dan berbeda namun tetap bersatu demi kemajuan bangsa Indonesia.

Penulis: Anggita Putri
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved