Dialog Kemerdekaan, Gerindra Kalbar Harap Pancasila tidak Hanya Sekedar Dihafal

Ia mengatakan, rekonsiliasi ialah sebuah tindakan untuk memperbaiki hubungan yang terpisah oleh proses politik tahun 2018 yang lalu.

Dialog Kemerdekaan, Gerindra Kalbar Harap Pancasila tidak Hanya Sekedar Dihafal
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ RIDHO PANJI PRADANA
Suasana saat dialog kemerdekaan yang bertemakan rekonsiliasi akar rumput sebagai wujud dewasa berdemokrasi oleh dua organisasi mahasiswa dan kepemudaan yakni PMII dan KAMMI di salah satu cafe Jalan Reformasi Pontianak, Kamis (15/08/2019). 

Dialog Kemerdekaan, Gerindra Kalbar Harap Pancasila tidak Hanya Sekedar Dihafal

PONTIANAK - Sejumlah tokoh politik di Kalbar sepakat untuk rekonsilidiasi hingga ke akar rumput ataupun masyarakat ke bawah.

Hal ini diungkapkan saat dialog kemerdekaan yang bertemakan rekonsiliasi akar rumput sebagai wujud dewasa berdemokrasi oleh dua organisasi mahasiswa dan kepemudaan yakni PMII dan KAMMI di salah satu cafe Jalan Reformasi Pontianak, Kamis (15/08/2019).

Satu diantara tokoh politik tersebut datang dari M Rizal yang merupakan Bappilu DPD Gerindra Kalbar.

Ia mengatakan, rekonsiliasi ialah sebuah tindakan untuk memperbaiki hubungan yang terpisah oleh proses politik tahun 2018 yang lalu.

Baca: Presiden Jokowi Anugerahkan Tanda Kehormatan pada 29 Tokoh, ini Orangnya

Baca: Klasemen Liga 2 Wilayah Barat dan Wilayah Timur Terbaru Jelang Persis Solo Vs PSIM Yogyakarta

Menurutnya, perpecahan sebenarnya tidak hanya terjadi karena pemilu saja, akan tetapi terjadi ketimpangan sosial ekonomi masyarakat, hal ini sesuai hasil dari satu diantara lembaga survei.

Selain itu, lanjut Rizal, perpecahan itu terjadi akibat dari penegakan hukum yang memihak. "Hukum terkesan tajam kebawah dan tumpul keatas," tuturnya.

Maka dari itu, lanjut M Rizal, seharusnya Pancasila harus dikedepankan. Dalam artian bukan hanya dihafal, akan tetapi harus di praktekkan di pemerintahan mau dikalangan masyarakat.

Ia mencontohkan terhadap peristiwa politik pada tahun 2018 yang berimbas pada tahun ini.

"Untungnya antara dua kubu Jokowi dan Prabowo punya rasa cinta kepada rakyat Indonesia. Sehingga dari Kubu Jokowi mengundang Prabowo agar melaksanakan pertemuan," kata dia.

"Maka disitulah terjadilah sebuah rekonsiliasi, agar tidak terjadi seperti negara Suriah," ucap Rizal.

Penulis: Ridho Panji Pradana
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved