Ciptakan Inovasi, KKL IAIN Pontianak Beri Pelatihan Kewirausahan Pembuatan Produk Kripik Kelapa

Kegiatan yang langsung di praktekan mulai dari cara pemarutan keripik kelapa hingga packagingnya, lengkap dengan brand yang ditempel

Ciptakan Inovasi, KKL IAIN Pontianak Beri Pelatihan Kewirausahan Pembuatan Produk Kripik Kelapa
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Foto bersama setelah pelatihan pembuatan Kripik Kelapa Kelompok 5 KKL IAIN Pontianak. 

Ciptakan Inovasi, KKL IAIN Pontianak Beri Pelatihan Kewirausahan Pembuatan Produk Kripik Kelapa 

Citizen Reporter Riyani Mahasiswa KKL Kelompok 5 IAIN Pontianak

SAMBAS - Sungai dungun yang menjadi Desa mengabdinya Kelompok 5 KKL integratif 2019 IAIN Pontianak.

Mempunyai potensi alam yang melimpah. Salah satunya adalah komoditi utama yang menjadi sumber penghasilan masyarakat ialah kelapa.

Sayangnya kebanyakan petani kelapa hanya menjual langsung hasil panen ke pabrik Uni Coco yang terletak d desa Mendalok.

Riyani, salah satu Mahasiswa IAIN Pontianak di kelompok lima mengatakan dengan demikian harus ada sharing produk untuk membantu masyarakat menjual hasil kelapa.

"Inovasi ini berawal dari kegelisahan kami ketika sharing seputar permasalahan ekonomi desa sungai dungun, kami mendapat informasi bahwa harga kelapa yang dijual ke pabrik hanya sekitar Rp 700-1000 rupiah per buah," ungkapnya, Jum'at (16/8/2019).

Baca: Dinkes Kapuas Hulu Ingatkan Farmasi Berikan Obat yang Rasional

Baca: TRIBUNWIKI: 10 Tempat Wisata Favorit di Kota Pontianak

"Sehingga perlu cara agar masyarakat dapat memanfaatkan sumber daya ini lebih baik kedepannya dan mendatangkan income lebih besar," tutur Riyani selaku Ketua Kelompok 5 KKL Integratif IAIN Pontianak.

Selain itu, ini juga bagian dari pengabdian masyarakat dan memperkenalkan IAIN Pontianak kepada masyarakat.

"ini juga upaya kami untuk membawa nama kelompok 5 khususnya mengharumkan nama kampus tercinta IAIN Pontianak, sesuai dengan tajuk Revolusi Mental pada KKL tahun ini, maka harus ada perubahan positif yang harus kami tinggalkan didesa ini" sambung Muhammad Maulidani.

Nadya dan Selvi wulandari perwakilan dari kelompok 5 yang menjadi speaker naratif membawa gebrakan baru di Pelatihan Kewirausahaan Ibu-ibu PKK Desa Sungai Dungun.

Kegiatan yang langsung di praktekan mulai dari cara pemarutan keripik kelapa hingga packagingnya, lengkap dengan brand yang ditempel, semua rangkaian berlangsung dengan lancar.

Keripik kelapa yang telah siap tersedia dalam berbagai varian rasa yaitu original, coklat, balado, dan jagung bakar, packing menggunakan standing pouch plastik grade A yang dapat digunakan ulang. Produk Kripik Kelapa ini diberi nama COCO DUNG.

Di akhir acara, Husna selaku Ketua PKK Sungai Dungun menyampaikan ucapan terima kasihnya atas sharing ilmu dari Mahasiswa IAIN Pontianak.

"Kami kelompok PKK Sungai Dungun banyak terimakasih kepada mahasiswa KKL Kelompok 5 IAIN Pontianak, insyaAllah dengan berjalannya waktu kami akan mengembangkan produk ini dan dapat membantu kami dalam membangun UMKM kami kedepannya, ilmu yang sangat berguna ini tidak mungkin kami lupakan," tutupnya.

Baca: BREAKING NEWS: Oknum Camat di Sambas Diduga Cabuli Siswi SMK Sebanyak 2 Kali

Baca: KKL Kelompok 62 IAIN Pontianak Gelar Talk Show dan Sosialisasi di SMKN 2 Sungai Kakap

Penulis: M Wawan Gunawan
Editor: Maskartini
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved