Sungai Landak Jadi Pantai 'Dadakan' Ramai Dikunjungi Masyarakat, Polisi Berikan Imbauan

Menyusutnya air Landak ibarat dua sisi mata uang bagi masyarakat Kota Ngabang.

Sungai Landak Jadi Pantai 'Dadakan' Ramai Dikunjungi Masyarakat, Polisi Berikan Imbauan
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Pantai Dadakan di Sungai Landak yang mengering akibat kemarau panjang tahun 2019. 

Sungai Landak Jadi Pantai 'Dadakan' Ramai Dikunjungi Masyarakat, Polisi Berikan Imbauan

LANDAK - Menyusutnya air Landak ibarat dua sisi mata uang bagi masyarakat Kota Ngabang.

Sisi buruknya jelas mengancam sumber air, tapi sisi baiknya adalah sebuah pantai 'dadakan' yang di sebut pantai Sungai Landak atau Pantai Jembatan Baru.

'Keajaiban' ini langsung menjadi atraksi wisata yang diminati masyarakat Kota Ngabang.

Hamparan pasir akibat menurunnya debit air Sungai Landak tersebut dinamakan Pantai Sungai Landak atau Pantai Jembatan Baru.

Karena lokasi hamparan pasir yang berada tepat di bawah Jembatan baru Landak.

Baca: Pelaksanaan Pawai Obor Masyarakat Ngabang Sambut Hari Besar Berjalan Lancar

Baca: Tim Karhutla Ngabang Kejar Titik Api ke Angan Tutu

Baca: Desa Temahar Serahkan 650 Sertifikat Tanah Warga

Hamparan pasir putih tersebut dijadikan juga tempat remaja-remaja sekitar bermain bola, ditambah panorama menjelang matahari terbenam. Tak heran jika 'paket' ini menarik minat pengunjung untuk menyaksikannya.

Sudah dua pekan lebih Pantai Sungai Landak ini didatangi masyarakat untuk melihat indahnya pemandangan pasir putih, atau sekedar pengen merasakan mandi langsung di Sungai Landak.

Banyaknya pengunjung yang ingin menyaksikan pasir putih tersebut membuat Kapolsek Ngabang Kompol B Sembiring SH MH memberikan perintah kepada anggotanya untuk melaksanakan patroli.

Serta memantau situasi tempat wisata dadakan tersebut. Tujuannya untuk menghimbau agar masyarakat yang berkunjung ke Pantai Sungai Landak tersebut untuk dapat berhati-hati.

"Kepada pengunjung hendaknya jangan bermain di pantai hingga malam hari, karena pantai ini merupakan pantai dadakan. Tidak dilengkapi dengan fasilitas keamanan yang menjamin pengunjung," kata Sembiring

Berdasarkan cerita warga setempat, setiap tahunnya kondisi serupa kerap terjadi diakibatkan musim kemarau yang berkepanjangan menyebabkan debit air Sungai Landak menurun.

Hamparan pasir yang berada di dasar sungai timbul. Sehingga kondisi tersebut menjadi wahana bermain bagi masyarakat setempat (alf).

Penulis: Alfon Pardosi
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved