Pasang Bendera Rusak, Lusuh dan Koyak, Gatot Minta Pemilik Warkop Hargai Jasa Pahlawan

Jika sekiranya ada bendera yang sudah tidak layak, sudah lusuh, kelihatan tidak indah dan tidak bagus, kita ganti baru

Pasang Bendera Rusak, Lusuh dan Koyak, Gatot Minta Pemilik Warkop Hargai Jasa Pahlawan
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ Ya'M NURUL ANSHORY
Kasat Sabhara Polres Mempawah, Iptu Gatot saat menurunkan bendera rusak dan menggantinya dengan yang baru di Jalan GM Taufik, Mempawah, Kamis (15/9/2019). 

Pasang Bendera Rusak, Lusuh dan Koyak, Gatot Minta Pemilik Warkop Hargai Jasa Pahlawan

MEMPAWAH - Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-74 Republik Indonesia yang jatuh setiap tanggal 17 Agustus, maka selama sebulan penuh mulai dari tanggal 1 Agustus, masyarakat di seluruh Indonesia wajib memasang bendera Merah Putih di depan rumah, kantor, instansi, perusahaan, dan tempat-tempat umum lainnya.

Berdasarkan UU RI Nomor 24 Tahun 2009 tentang bendera, bahasa, dan lambang negara, serta lagu kebangsaan, setiap warga Negara Indonesia wajib memasang bendera dalam kondisi baik, tidak lusuh, robek, dan luntur. Disitu juga dijelaskan, jika masyarakat ada yang kedapatan memasang bendera yang tidak layak untuk dikibarkan, maka terancam pidana dan denda sebesar Rp. 100 juta.

Kabupaten Mempawah dijuluki Bumi Galaherang, juga digelar Kota Bestari, yang artinya Mempawah adalah kota yang bersih, sejuk, tertib, aman, ramah, dan indah. Namun julukan Bestari tidak akan pantas diberikan jika masyarakatnya tidak sadar akan arti kata indah dalam tatanan kota dimata publik.

Baca: VIDEO: Kasat Sabhara Turunkan Bendera Lusuh dan Rusak di Kedai dan Ganti Bendera Baru

Hari ini, Kamis (15/8/2019) Kasat Sabhara Polres Mempawah, Iptu Gatot menemukan adanya salah satu kedai warung kopi yang berlokasi di Jalan Gusti M Taufik, tepat di tengah-tengah Kota Mempawah yang memasang bendera Merah Putih dalam rangka menyambut hari kemerdekaan RI ke-74 dalam kondisi yang sangat tidak layak.

Bedera tersebut menjadi perbincangan warga yang lewat, sebab kondisinya sangat jauh berbeda dengan bendera-bendera lain yang dipasang oleh warga sekitar, bendera tersebut seperti tidak dihargai oleh pemasangnya, kondisinya lusuh, rapuh, sobek, dan luntur, bahkan ukurannya sudah nyaris tidak utuh namun pemiliknya tetap memasang itu.

"Padahal larangan memasang bendera yang rusak, robek, luntur, kusut atau kusam sudah jelas diatur dalam undang-undang, dan pelaku nya bisa dipidanakan, dan didenda Rp. 100 juta," ujar Iptu Gatot saat diwawancarai awak media usia menurunkan bendera rusak yang dipasang warga dan menggantinya dengan yang baru.

Agar masyarakat menghargai jasa para pahlawan yang telah berjuang merebut kemerdekaan dengan susah payah, Iptu Gatot mengimbau masyarakat Kabupaten Mempawah untuk tidak memasang bendera rusak, dia meminta masyarakat memasang bendera dalam kondisi baik dan baru, terlebih lagi dalam momentum HUT ke-74 RI.

"Kita mengimbau kepada masyarakat Kabupaten Mempawah khususnya, dan juga seluruh warga Negara Indonesia, karena kita sedang menyambut peringatan hari kemerdekaan, sesuai dengan peraturan-undangan yang berlaku, mari kita pasang bendera yang layak, karena bendera merah putih adalah sebagai lambang Negara," tuturnya.

Pihak kepolisian tidak segan-segan menindak para pelaku pemasang bendera rusak dengan cara memberikan teguran dan mengganti dengan bendera baru.

Halaman
12
Penulis: Ya'M Nurul Anshory
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved