Manulife Rilis Mifip, Putus Generasi Sandwich

Mifip dirancang untuk nasabah yang menginginkan ketenangan jangka panjang, tidak terpengaruh pergerakan pasar. Produk dipasarkan via jalur keagenan

Manulife Rilis Mifip, Putus Generasi Sandwich
TRIBUN/FILE
Presiden Direktur & CEO Manulife Indonesia Ryan Charland berbincang dengan anak nasabah saat memperkenalkan solusi perlindungan MiFuture Income Protector (MiFIP), Kamis (15/8/2019). 

Head of Product Manulife Indonesia, Richard A Sondakh, memaparkan produk Mifip hadir dilatarbelakangi meningkatnya kelas menengah di Indonesia. Berdasarkan kajian Boston Consulting Group, pertumbuhan masyarakat kelas menengah Indonesia akan meningkat 64% dari tahun 2012 hingga 2020 yakni dari 41,6 juta jiwa menjadi 68,2 juta jiwa.

Ia melanjutkan, merujuk pada data Manulife Investor Sentiment Index (MISI) yang diluncurkan pada 2017, sebagian besar masyarakat Indonesia optimistis terhadap hari tua mereka. Mereka memiliki ekspektasi memiliki 57% lebih baik dari gaya hidup saat ini. Di sisi lain, hanya 19% investor yang khawatir akan kehabisan uang pada masa pensiun nanti.

Baca: Layanan Penukaran Uang Baru Hadir di Pasar-pasar Pontianak

Baca: Polda Kalbar Tangani 26 Kasus Karhutla, Ini Rinciannya

Namun, meskipun pensiun berada dalam tiga besar prioritas keuangan utama, mayoritas investor hanya dapat menyiapkan dana pensiun kurang dari Rp 100 juta. Uang sejumlah itu akan habis dalam 2-3 tahun jika dihitung dengan rata-rata pengeluaran rumah tangga sebesar Rp 4 juta per bulan.

“Pertumbuhan kelas menengah menjadi kesempatan bagi perusahaan asuransi untuk meningkatkan penetrasi. Tetapi kenyataannya tidak ternyata pas. Optimisme tidak didukung persiapan finansial yang matang,” tutur dia.

Saat ini masih banyak ‘generasi sandwich’, di mana kalangan kelas menengah masih dihadapkan persoalan menanggung kebutuhan orangtua mereka dan keluarganya sendiri yakni istri dan anak-anak. Apalagi, berdasarkan data OJK, hanya 13,5 juta pekerja atau sekitar 27% dari 50 juta pekerja formal di Indonesia yang memiliki program pensiun.

Lewat produk Mifip, kata Richard, Manulife Indonesia ingin memutus mata rantai generasi sandwich. Karena nasabah bisa menyiapkan hari tua dengan lebih baik, tanpa membebani anak mereka. Apalagi, tidak semua anak bisa sukses. 

Editor: Nina Soraya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved