Kabut Asap tak Mengganggu Operasional Penerbangan, Ini Harapan Angkasa Pura Pada Masyarakat

Kami harap dari masyarakat juga mendukung kami untuk tidak membakar lahan, bermain layang-layang

Kabut Asap tak Mengganggu Operasional Penerbangan, Ini Harapan Angkasa Pura Pada Masyarakat
TRIBUN/ISTIMEWA
General Manager Angkasa Pura II Pontianak, Eri Braliantoro saat bersalaman dengan General Manager UIW Kalbar, Agung Murdifi. 

Kabut Asap tak Mengganggu Operasional Penerbangan, Ini Harapan Angkasa Pura Pada Masyarakat

KUBU RAYA– Kabut asap belum sepenuhnya mengganggu operasional penerbangan secara signifikan, Executive General Manager Angkasa Pura II, Eri Braliantoro meminta masyarakat tidak membakar lahan. Hal ini disampaikan saat di temui di gedung Serba Guna Bandara Supadio, Kamis (15/8/2019).

"Kami harap dari masyarakat juga mendukung kami untuk tidak membakar lahan, bermain layang-layang, laser ataupun kegiatan lainnya yang dapat mengganggu operasional penerbangan," ujar Eri Braliantoro.

Ia menjelaskan meski penerbangan maupun pendaratan pesawat dari Bandara Supadio atau menuju Bandara Supadio sempat tertunda beberapa kali akibat kabut asap, namun permasalahan tersebut masih dapat diselesaikan dengan cepat. Namun meski begitu dirinya tetap mengharapkan dukungan besar dari masyarakat yang tinggal di sekitar Bandara Supadio untuk tidak membakar lahan yang akhirnya menyebabkan Karhutla.

"Mulai kabut asap itu bulan Juni akhir sampai hari ini, kalau berdasarkan data dari BMKG tinggi kabut asap memang masih di bawah jam 7 sampai 6 pagi. Sedangkan saat itu hanya ada satu pesawat yang take off sekitar setengah 7 pagi jadi belum mengganggu operasional penerbangan," ujarnya.

Baca: Dampak Positif saat Momentum Perlombaan Menyambut HUT RI

Baca: Ustadz Abdul Somad Ungkap Hukum Meminta Bantuan Orang Dalam Demi Mendapat Pekerjaan

Untuk jarak pandang sendiri, ia menjelaskan masih aman karena jarak pandang minimum yang ditentukan adalah 800 meter sedangkan untuk saat ini masih bisa mencapai 5000 meter.

Tidak hanya kabut asap, pihaknya juga mengharapkan masyarakat agar tidak bermain layang-layang di sekitar Bandara Supadio. Karena tali layang-layang juga sangat berbahaya jika nantinya mengenai pesawat yang akan lepas landas maupun mendarat. Meski begitu dirinya tetap mengapresiasi masyarakat karena hingga saat ini belum ada terjadi kasus akibat tali layang-layang.

"Sampai saat kami belum menemukan komplen dari pilot terkait layang-layang tapi
kini kita menghimbau saja karena saat ini titik layang-layang memang ada cuman sedikit jauh jadi kami hanya menghimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati saja," tutupnya. (Marpina Sindika Wulandari)

Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved