Pasca Ditetapkan Tersangka, Tim Penyidik Kejaksaan Geledah Ruang Kerja Ketua DPRD Ketapang

Sejumlah tim penyidik dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Ketapang melakukan penggeledahan terhadap ruang kerja Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah

Pasca Ditetapkan Tersangka, Tim Penyidik Kejaksaan Geledah Ruang Kerja Ketua DPRD Ketapang
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Tampak tim penyidik kejaksaan, pihak kepolisian dan awak media yang sedang menunggu diluar ruangan Ketua DPRD Ketapang saat tim penyidik dari Kejari Ketapang melakukan penggeledahan. 

Pasca Ditetapkan Tersangka, Tim Penyidik Kejaksaan Geledah Ruang Kerja Ketua DPRD Ketapang

KETAPANG - Sejumlah tim penyidik dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Ketapang melakukan penggeledahan terhadap ruang kerja Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Ketapang, di Kantor DPRD Ketapang, Rabu (14/08/2019) sore.

Dari pantauan, terlihat sejumlah penyidik yang dipimpin langsung oleh ketua Tim Penyidikan kasus, Monita, SH, MH masuk ke dalam ruangan ruangan Ketua DPRD Ketapang dengan membawa koper sekitar pukul 14.35 Wib.

Penggeledahan ini dilakukan guna untuk mencari data pendukung dalam kasus gratitifikasi dan penyalahgunaan wewenang yang dilakukan oleh Ketua DPRD Ketapang terhadap pokok pikiran atau aspirasi dirinya sebagai anggota DPRD pada tahun anggaran 2017 dan 2018 lalu di beberapa satuan kerja perangkat daerah.

Baca: Lahan Perusahaan Perkebunan di Landak Terbakar, Kapolsek Datanggi TKP Tempuh 17 KmTerobos Hutan

Baca: Klasemen Liga 1 2019: Persipura Bikin Persib Turun Peringkat, Peluang PSM Lampaui Kalteng Putra

Baca: Dirlantas Sebutkan 4 Faktor Yang Jadi Penyebab Utama Kecelakaan Lalu Lintas

Saat ini, sejumlah penyidik masih melakukan penggeledahan dan mengumpulkan sejumlah berkas di ruangan Ketua DPRD Ketapang.

Sebelumnya, Ketua DPRD Kabupaten Ketapang berinisial HMU sebagai tersangka dalam kasus gratitifikasi dan penyalahgunaan wewenang terhadap pokok pikiran atau aspirasi dirinya sebagai anggota DPRD tahun anggaran 2017 dan 2018.

"Setelah melakukan penyidikan dan pemeriksaan terhadap 53 orang saksi, saksi ahli serta beberapa dokumen sebagai barang bukti, maka Ketua DPRD Ketapang berinisial HMU sesuai bukti permulaan yang cukup yakni dua alat bukti kami tetapkan statusnya sebagai tersangka mulai hari," ujar Monita saat melakukan press release, Selasa (13/08) sore.

Penulis: Nur Imam Satria
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved