Lirik Budidaya Jamur Tiram di Pontianak, Fredy Raup Omzet Hingga Rp 10 Juta per Bulan

Fredy pun menjelaskan dengan modal Rp 5 juta tersebut, ia memulai usaha budidaya jamur tiram dengan membeli sejumlah bahan baku

Lirik Budidaya Jamur Tiram di Pontianak, Fredy Raup Omzet Hingga Rp 10 Juta per Bulan
TRIBUNPONTIANAK/Mia Monica
Pelaku Usaha Jamur Tiram di Pontianak, Fredy (27) saat ditemui di tempat budidaya jamur miliknya, Jalan Parit 2 Pontianak, Selasa (13/8). 

Lirik Budidaya Jamur Tiram di Pontianak, Fredy Raup Omzet Hingga Rp 10 juta per bulan

PONTIANAK - Jamur tiram dikenal sebagai bahan pangan eksotis yang memiliki banyak manfaat untuk tubuh, diantaranya seperti kaya akan vitamin B dan dapat menurunkan kolestrol. Maka tak heran jika tanaman ini pamornya semakin menanjak sehingga banyak restoran, kafe bahkan hotel yang menghidangkan menu dari jamur.

Salah satu pelaku usahanya di Pontianak adalah Fredy (27). Ia mulai menggeluti budidaya jamur tiram ini sejak tahun 2014 lalu.

“Modal awal usaha ini sekitar Rp 5 jutaan. Waktu coba 6 tahun lalu itu tidak langsung berhasil. Kebetulan usaha ini juga dilakukan bersama keluarga saya, jadi selama 4 tahun gagal terus. Tapi kami  tak mau putus asa, kita coba terus dan akhirnya 2 tahun terakhir ini berhasil,” ujar Fredy kepada Tribun Pontianak, Selasa (13/8).

Fredy pun menjelaskan dengan modal Rp 5 juta tersebut, ia memulai usaha budidaya jamur tiram dengan membeli sejumlah bahan baku, seperti serbuk gergaji halus, gilingan padi atau dedak, serta kapur bukit.

Semua komponen tersebut diperlukan sebagai sarana untuk membudidayakan jamur tiram. 

“Usaha jamur memang harus membutuhkan banyak tenaga dan sedikit rumit. Seluruh bahan baku dicampur menjadi satu dan kemudian dihaluskan dengan alat pencampur. Setelah menjadi satu, diamkan hingga satu hari penuh. Setelah itu, dimasukkan ke dalam wadah plastik yang disebut baglog. Dan untungnya  sekarang serbuknya bisa didapat gratis,” terangnya.

Baca: VIDEO: Kejuaraan Futsal Aston Cup Digelar, 25 Tim Ambil Bagian

Baca: TERBONGKAR Motif Gigolo Bunuh SPG Cantik Setelah Berhubungan Intim, Kesal Pelayanan Kurang Memuaskan

Kemudian, ia mengatakan media tanam ini dikukus selama dua belas jam agar bahan baku media tanam tersebut steril dan bersih. Setelah selesai, baglog tersebut dikeluarkan dan langsung diisi dengan bibit jamur tiram.

“Terus didiamkan selama kurang lebih dua bulan. Nah, barulah jamur tiram tersebut bisa dipanen. 1 baglog itu dapatnya bisa sekitar 2 ons,” katanya.

Saat ini, Fredy sudah mempunyai 150 media tanam jamur tiram (baglog). Satu baglog sendiri bisa bertahan hingga tiga bulan sebelum diganti dengan media tanam yang baru.

Halaman
12
Penulis: Mia Monica
Editor: Maskartini
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved