Lihat Atap Beterbangan Seperti Kertas, Ini Kesaksian Korban Puting Beliung

Cendi mengungkapkan bahwa utnuk saat ini dirinya akan mengungsi ke rumah sanak keluarga sembari menunggu perbaikan rumah yang di huninya selesai.

Lihat Atap Beterbangan Seperti Kertas, Ini Kesaksian Korban Puting Beliung
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ FERRYANTO
lokasi terjangan puting beliung di jalan Ampera, kecamatan sungai Ambawang Kabupaten kubu raya, di Komplek Arafah Residen yang membuat puluhan rumah porak - poranda, Selasa (13/8/2019). 

Lihat Atap Beterbangan Seperti Kertas, Ini Kesaksian Korban Puting Beliung

KUBU RAYA- Puluhan Atap rumah warga di jalan Ampera, Kecamatan Sungai Ambawang porak - poranda akibat diterjang angin puting beliung, Selasa (13/8/2019).

Putaran angin yang sangat kuat mampu mencabut rangka rumah warga yang terbuat dari baja ringan lalu memindahkannya ke lokasi lain, bahkan terlihat beberapa tiang listrik bsampau bengkok akibat terjangan angin puting beliung di wilayah jalan Ampera tersebut.

Saat kejadian, banyak warga yang panik  melarikan diri dari rumahnya untuk mencari lokasi yang aman.

Seperti halnya Cendi (18) yang saat kejadian berada didalam rumahnya dan atap rumahnya terbang seluruhnya di bawa angin dan saat ini entah kemana.

Baca: Jemaah Haji Asal Singkawang Wafat di Arab Saudi, Ini Ungkapan dari Pihak Keluarga

Saat itu, ia mengungkapkan bahwa cuaca mendung dan seperti hendak hujan, lalu munculah putaran angin yang mulia terbentuk berputar ke atas dan mengangkut apa yang dilaluinya.

"Tadi Kejadian itu jam 3 lewat gitu, Cuacanya itu kayak mau hujan, terus ada angin mutar - mutar dari arah belakang, Itu anginnya naik ke atas berputar - putar, pas saya lihat itu saya langsung lari menyelamatkan diri, saya takut, saya Ndak lihat kebelakang lagi, saya lari kedepan gang tau - tau pulang lihat atap sudah Ndak ada,"ungkap Cendi

Baca: Visum Ungkap Dugaan Penyebab Kematian Pria di Pasar Ikan Jungkat, Keluarga Putuskan Tak di Autopsi

Cendi  mengungkapkan bahwa utnuk saat ini dirinya akan mengungsi ke rumah sanak keluarga sembari menunggu perbaikan rumah yang di huninya selesai.

Kemudian, Aliyah (51) yang tinggal bersama dengan keluarganya mengungkapkan bahwa saat kejadian seng - seng serta berbagai benda beterbangan ibarat kertas yang di bawa angin sampai membuat dirinya sempat tak mampu mengatakan apapun dan gugup termangu saat kejadian.

"Pas itu seng - seng udah beterbangan, pas saya sama keluarga ada teriak, lari Bu lari Bu, Angin kencang - angin kencang, pas saya keluar nengok Keatas itu udah berterbangan, sampai saya udah ndak tau lagi mau ngucapkan apa,,"ungkap Cendi.

Saat kejadian, ia mengaku hanya membawa baju yang menempel dibadan, dan lalu bergegas menyelamakan diri menjauh dari pusaran angin.

Penulis: Ferryanto
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved