Lantik 45 Anggota Gempari Kalbar, Yanto: Diharapkan dapat Memajukan Pariwisata di Kalimantan Barat

Sehingga bagi Yanto, masyarakat hanya perlu lebih giat dalam mempromosikan berbagai event besar yang ada di Kalbar.

Lantik 45 Anggota Gempari Kalbar, Yanto: Diharapkan dapat Memajukan Pariwisata di Kalimantan Barat
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ MARPINA SINDIKA WULANDARI
Anggota Gempari Provinsi Kalimantan Barat yang baru saja di Lantik. 

Lantik 45 Anggota Gempari Kalbar, Yanto: Diharapkan dapat Memajukan Pariwisata di Kalimantan Barat

PONTIANAK- Sebanyak 45 orang anggota Gempari Provinsi Kalimantan Barat resmi di lantik   di Gedung Diklat provinsi Kalimantan Barat, pada  Senin (12/8/2019) malam.

Gempari merupakan gerakan pencinta parawisata Indonesia yang tersebar di seluruh Indonesia.

Disetiap provinsi tentu memiliki gempari yang pada pelaksanaan fungsinya bekerjasama dengan Dinas Pariwisata sebagai sayap, atau perwakilan tiap daerah se_Provinsi yang ada di Indonesia. Pada pelantikan tersebut terdapat 3 etnis besar yang ada di Kalimantan Barat, yakni Dayak, Melayu dan Tionghoa.

Wakil ketua Gempari Provinsi Kal-Bar Yanto berharap dengan adanya Gempari di Kalbar dapat memajukan parawisata yang ada baik secara promosi maupun kondisi tempat wisata itu sendiri agar menjadi lebih baik.

Menurutnya banyak sekali jenis wisata yang dapat di promosikan, seperti keindahan alam, adat istiadat bahkan kegiatan-kegiatan yang bernuansa Rohani juga bisa dipromosikan.

Baca: Keruh dan Mengandung Banyak Garam, Air PDAM Pontianak Tak Layak Konsumsi

Baca: BREAKING NEWS - Pemuda 20 Tahun di Pontianak Timur Diduga Tega Gelapkan Motor Ibunya Sendiri

"Untuk kedepan nya kita, untuk mempromosikan pariwisata yang ada di Kalimantan Barat kita akan mempromosikan nya melalui dunia elektronik, karena melalui dunia elektronik parawisata kita yang ada di kalbar bisa di kenal dengan cepat," ujarnya.

Tidak hanya itu Yanto juga mengajak seluruh masyarakat Kalbar untuk mencintai parawisata yang ada di Kalimantan Barat dan sama-sama berupaya untuk memajukan berbagai jenis wisata yang ada.

"Terutama untuk wisata adat istiadat dimana di Kalbar ada tiga multi etnis yaitu Dayak, Tionghoa dan Melayu itu budayanya sangat luar biasa sekali dan bisa di jual dimancanegara," jelasnya.

Menurutnya Yanto di Kalimantan Barat sendiri untuk pariwisata sesungguhnya tidaklah tertinggal dari provinsi lain.

Seperti contoh pada perayaan cap gome. Setiap perayaan itu berlangsung wisatawan baik lokal maupun mancanegara pasti berbondong-bondong mengunjungi Kalimantan Barat untuk mengikuti event besar tersebut.

Sehingga bagi Yanto, masyarakat hanya perlu lebih giat dalam mempromosikan berbagai event besar yang ada di Kalbar.

"Tidak hanya itu, untuk suku Dayak sendiri memiliki acara tahunan seperti Gawai Dayak. Untuk Melayu, ada namanya wisata robo-robo yang setiap tahun di adakan di kabupaten mempawah. Disitulah dapat kita lihat bagaimana cara kita mempromosikannya agar lebih dikenal oleh masyarakat luas. Terutama yang berada di luar Kalimantan Barat ini," tambah nya. (Marpina Sindika Wulandari)

Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved