Kronologi Tersangka Bakar Lahan Seluas 19 Hektare di Kendawangan Ketapang

Kapolres Ketapang, AKBP Yury Nurhidayat melalui Kasat Reskrim Polres Ketapang, AKP Eko Mardianto menjelaskan kalau pelaku TM

Kronologi Tersangka Bakar Lahan Seluas 19 Hektare di Kendawangan Ketapang
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Tersangka TM (44) beserta barang bukti yang telah diamankan di Mapolres Ketapang. 

Kronologi Tersangka Bakar Lahan Seluas 19 Hektare di Kendawangan Ketapang

KETAPANG - Kapolres Ketapang, AKBP Yury Nurhidayat melalui Kasat Reskrim Polres Ketapang, AKP Eko Mardianto menjelaskan kalau pelaku TM (44) melakukan pembakaran pada lahan di belakang rumah milik warga bernama Kayan di Dusun Jelumuk, Desa Kedondong, Kecamatan Kendawangan, Kabupaten Ketapang pada, Selasa (06/08/2019) sekitar pukul 19.00 Wib.

Saat itu, petugas yang sedang melaksanakan patroli mendapat informasi dari bagian keamanan PT HKI. kemudian petugas dibantu oleh beberapa orang security melakukan pengecekan ke lokasi.

"Setelah dicek ternyata benar saja, api sudah membakar lahan masyarakat. Bahkan, api telah merambat ke Dusun Air Putih Desa Pangkalan Batu. Kemudian petugas dibantu dengan masyarakat dan tim Damkar PT HKI melakukan pemadaman bersama-sama," jelas Eko, Selasa (13/08).

Baca: Pemkot Singkawang Siapkan Anggaran Pembebasan Lahan Pembangunan Jalan Tol Pontianak-Singkawang

Baca: Kementerian Tinjau Pabrik Daun Kratom di Kapuas Hulu

Baca: FOTO: Kabut Asap, Pelajar di Kota Pontianak Gunakan Masker Saat Pulang Sekolah, TK dan SD Diliburkan

Terhadap pelaku yang telah melakukan pembakaran hutan akan dikenakan sanksi dengan pasal 108 Jo pasal 69 ayat (1) Huruf h UU RI No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup

"Pelaku juga bisa dikenakan pasal 108 UU Nomor 39 Tahun 2014 tentang Perkebunan. Dari semua aturan itu, pelaku diancam hukuman penjara 12 tahun dan denda Rp 10 miliar," tegasnya.

Untuk itu, Kapolres melalui Kasat Reskrim nya mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tidak membakar hutan dan lahan ketika membuka lahan. Lantaran ada sanksi yang akan dikenakan jika melakukan hal tersebut.

“Jangan main-main, ini sudah maklumatnya dan jelas bagi pelanggar akan dilakukan tindakan tegas," tandasnya.

Penulis: Nur Imam Satria
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved