Kadar Garam Air Sungai Kapuas Meningkat

Untuk menanggulangi hal ini, Balai Wilayah Sungai Kalimantan 1 (BWSK 1) telah membangun sumber air baku di daerah Penempat.

Kadar Garam Air Sungai Kapuas Meningkat
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ RIZKI FADRIANI
Balai Wilayah Sungai Kalimantan 1 

Kadar Garam Air Sungai Kapuas Meningkat 

PONTIANAK - Kadar garam pada air di Pontianak kini kian meningkat. Sungai Kapuas yang menjadi sumber air baku telah terinterusi air laut.

Berdasarkan pengumuman PDAM pada 10 Agustus, kadar garam tersebut berkisar dari 459mg/liter-2400mg/liter, jumlah ini sudah berada di atas batas normal yakni 600mg/liter.

Untuk menanggulangi hal ini, Balai Wilayah Sungai Kalimantan 1 (BWSK 1) telah membangun sumber air baku di daerah Penempat.

Intake air baku di Penempat telah dibangun tahun 2007-2013. Menurut Kepala BWSK 1, Achmad Zubaidi, sumber air baku di Penempat merupakan backup untuk intake PDAM Imam Bonjol jika terjadi kemarau yang menyebabkan intake Imam Bonjol terinterusi.

Baca: VIDEO: Hujan Disertai Angin Puting Beliung Porak Porandakan Rumah Warga

Baca: VIDEO: Direktur Reskrimum Polda Kalbar Harapkan Instansi Lain Bisa Kerjasama Cegah Kawin Kontrak

Sumber air baku di Penempat tidak mudah terinterusi, pasalnya jarak antara intake dan muara berjarak sejauh 50km. Namun, jika terjadi El Nino atau kemarau berkepanjangan tidak menutup kemungkinan jika air baku di Penempat juga ikut terinterusi.

"Ada pipa yang crossing sungai, itu nanti yang nyambung ke intake di Imam Bonjol. Itu sebagai backup jika di Imam Bonjo asin airnya," ungkapnya.

BWSK 1 bertugas untuk membangun infrastruktur untuk air baku dan dikelola oleh PDAM. PDAM juga harus melakukan maintance, sehingga jangan sampai infrastruktur tersebut dioperasikan menjelang musim kemarau.

"Secara manualkan ada uji pompa dan segala macamnya harus dioperasikan dan dihidupkan, sehingga begitu dibutuhkan bisa beroperasi dengan baik," tambahnya.

Ia juga mambahkan jika hari ini pihaknya akan berkoordinasi dengan PDAM untuk mencari tahu masalah apa yang terjadi di lapangan sebagai penyebab air di Pontianak terasa asin dan pihaknya juga akan mendiskusikan tentang  SOP yang sudah dijalankan atau belum di sumber air baku Penempat. Serta pihaknya akan bersinergi dengan PDAM untuk mencari solusi untuk mengatasi tingginya kadar garam di air baku. (rizki)

Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved