Akibat Kemarau Panjang, Hasil Panen Jamur Menurun Hingga 60 Persen

Akibat kemarau produksi jamur tiram menurun sekitar 60 sampai 70 persen dibanding kondisi normal. Dari semula bisa panen 50 sampai 60 kilogram

Akibat Kemarau Panjang, Hasil Panen Jamur Menurun Hingga 60 Persen
TRIBUNPONTIANAK/Mia Monica
Pelaku Usaha Jamur Tiram di Pontianak, Fredy (27) saat ditemui di tempat budidaya jamur miliknya, Jalan Parit 2 Pontianak, Selasa (13/8). 

Kemarau Panjang, Hasil Panen Jamur Menurun Hingga 60 Persen

PONTIANAK - Musim kemarau panjang yang melanda Kota Pontianak, Kalimantan Barat membuat produksi jamur Tiram menurun drastis.

Kondisi tersebut diungkap oleh salah satu pengusaha jamur, Fredy (27). Ia mengatakan sejak musim kemarau tahun ini, panen dari budidaya jamur tiram miliknya turun drastis hingga 60 persen. Hal ini disebabkan oleh panasnya suhu udara selama musim kemarau

“Akibat kemarau produksi jamur tiram menurun sekitar 60 sampai 70 persen dibanding kondisi normal. Dari semula bisa panen 50 sampai 60 kilogram perharinya, sekarang maksimalnya paling hanya 10 kilogram perharinya dan itu juga udah sangat susah,” ungkapnya kepada Tribun Pontianak, Selasa (13/8/2019).

Baca: Tak Bayar Angsuran Karena Developer Perumahan Bermasalah, Nasabah Masuk Blacklist Perbankan?

Baca: Lirik Budidaya Jamur Tiram di Pontianak, Fredy Raup Omzet Hingga Rp 10 Juta per Bulan

Baca: Hotman Paris Akui Gaptek, Subscriber Youtubenya Malah Sudah Sebanyak Ini, Kalahkan Melaney Ricardo

Fredy menjelaskan, kondisi saat ini menyebabkan jamur tiram tidak dapat tumbuh dengan optimal bahkan ada jamur yang tumbuh kerdil.

"Biasanya jamur-jamur ini selalu disiram sehari 2 kali biar hasilnya bagus.

Sekarang tetap 2 kali sehari cuma kita menggunkan air sumur yang juga sudah hampir kering. Apa lagi warna air sumurnya kuning yang menyebabkan jamurnya juga menguning. Pernah kita coba pakai tawas tapi hasilnya jamurnya kerdil,” jelas Frdey.

Padahal, kata Fredy saat ini permintaan pasar sedang banyak-banyaknya tapi ia tidak dapat memenuhi permintaan tersebut.

“Untungnya kita juga ada menyiapkan tandon air untuk bertahan sampai hujan tiba. Semoga hujan cepat turun biar produksi kembali normal,” pungkasnya.

Penulis: Mia Monica
Editor: Maskartini
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved