Rapat Pleno Penetapan DPRD Provinsi Kalbar Diwarnai Intruksi Saksi Parpol

KPU Kalbar menggelar rapat pleno terbuka rekapitulasi hasil penghitungan perolehan suara ditingkat Provinsi Kalbar pasca putusan MK

Rapat Pleno Penetapan DPRD Provinsi Kalbar Diwarnai Intruksi Saksi Parpol
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/RIDHO PANJI PRADANA
Suasana saat KPU Kalbar menggelar rapat pleno terbuka rekapitulasi hasil penghitungan perolehan suara ditingkat Provinsi Kalbar pasca putusan MK dalam pemilu 2019 di Hotel Golden Tulip Pontianak, Senin (12/08/2019). 

Rapat Pleno Penetapan DPRD Provinsi Kalbar Diwarnai Intruksi Saksi Parpol

PONTIANAK - KPU Kalbar menggelar rapat pleno terbuka rekapitulasi hasil penghitungan perolehan suara ditingkat Provinsi Kalbar pasca putusan MK dalam pemilu 2019 di Hotel Golden Tulip Pontianak, Senin (12/08/2019).

Pelaksanaan rapat pleno ini diwarnai sejumlah intuksi dari saksi parpol yang awalnya bersengketa di Mahkamah Konstitusi.

Untuk diketahui, sengketa di MK untuk DPRD Provinsi Kalbar datang dari PKB, Demokrat dan juga Gerindra.

Untuk Gerindra, mewakili partai Hendri Makaluasc yang juga awalnya menang di MK mempertanyakan terkait hasil putusan MK kepada KPU.

Hal ini lantaran dalam bunyi putusan MK, MK mengembalikan suara Hendri Makaluasc yang merupakan caleg Dapil 6, Sanggau-Sekadau dari awalnya 5.325 menjadi 5.384 suara.

Baca: Kebakaran Rumah Warga di Selimbau Diduga Diakibatkan Konsleting Listrik

Baca: Peringatan Dini Gelombang di Selat Karimata

Baca: Bupati Atbah Serahkan Kunci Bantuan Rumah Untuk Nelayan

Namun, suara yang bersangkutan masih kalah tinggi dengan caleg dalam satu parpol yakni Cok Hendri Ramapon.

Maka dari itu, Hendri Makaluasc pun mempertanyakan lantaran, kata dia, jika mengacu putusan MK tentu tidak matching antara jumlah suara caleg dan parpol.

Sementara itu, parpol lainnya seperti PKB dan Demokrat meminta penjelasan lebih lanjut pada KPU terkait putusan tersebut.

Untuk diketahui, rapat pleno ini dihadiri oleh lima komisioner KPU Kalbar, kemudian Komisioner KPU RI, Viryan Aziz, Bawaslu Kalbar, saksi parpol dan tamu undangan lainnya.

Sementara itu, Ketua Bawaslu Kalbar, Ruhermansyah menjelaskan jika memang ada beberapa putusan seperti Demokrat yang dismissal karena posita dan petitumnya tidak nyambung. Sedangkan untuk PKB ditolak oleh MK.

Penulis: Ridho Panji Pradana
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved