Kapolres dan Sekda Ketapang Ingatkan Bahaya Karhutla

apolres Ketapang, AKBP Yury Nurhidayat dan Sekda Ketapang, H.Farhan dalam kesempatannya mengimbau masyarakat

Kapolres dan Sekda Ketapang Ingatkan Bahaya Karhutla
Sekda Ketapang, Farhan saat memberikan imbauan bahaya Karhutla di Kantor Bupati Ketapang
Sekda Ketapang, Farhan saat memberikan imbauan bahaya Karhutla di Kantor Bupati Ketapang 

Kapolres dan Sekda Ketapang Ingatkan Bahaya Karhutla

KETAPANG - Kapolres Ketapang, AKBP Yury Nurhidayat dan Sekda Ketapang, H.Farhan dalam kesempatannya mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara dibakar.

Menurut Yury, kebakaran hutan dan lahan tidak hanya menimbulkan kabut asap sehingga berdampak pada kesehatan, tetapi juga kebakaran lahan juga banyak menimbulkan kerugian pada hal-hal lainnya. Karena itu semua pihak diminta untuk tidak membakar lahan.

Yury secara tegas meminta peran serta masyarakat, tidak hanya mencegah kebakaran lahan. Tetapi juga melaporkan adanya kejadian sehingga cepat dicegah, termasuk upaya proses hukum jika terjadi kebakaran lahan.

Baca: Usai Menang dari Aekkawee, Daud Yordan Berencana Naik Ring Lagi Akhir Tahun Ini

Baca: Bupati Atbah Apresiasi Kinerja TPID Sambas yang Berhasil Raih Prestasi Nasional

Baca: RAMALAN ZODIAK Selasa 13 Agustus 2019, PISCES Bersemangat, Terbukalah pada Pilihan LEO

"Mudah mudahan kita terhindar dari musibah, jangan sampai di Ketapang ini terjadi kebakaran lahan," tegas Yury saat membuka kegiatan takbir Keliling Idul Adha di halaman Kantor Bupati Ketapang, Sabtu (10/08/2019) malam.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Ketapang, H.Farhan juga mengimbau kepada seluruh masyarakat di Ketapang agar dapat mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan.

Karena Sekda menilai, kebakaran hutan dan lahan dapat menimbulkan asap sehingga berpengaruh pada kesehatan. Adanya kabut asap juga bisa mempengaruhi kelancaran perekonomian.

"Jika terjadi kebakaran lahan, api yang berkobar juga bisa menyebabkan musibah yang merugikan material bahkan bisa menyebabkan keselamatan jiwa," terang Farhan.

Mantan Asisten II Setda Ketapang ini menyebutkan kemarau panjang diprediksi sampai bulan Oktober 2019. Karena itu masyarakat harus mewaspadai musim kekeringan ini jangan sampai menimbulkan kerusakan pada lingkungan.

"Masyarakat juga diimbau mengambil langkah langkah pencegahan mengantisipasi musim kemarau ini. Pihak terkait juga perlu melakukan langkah antisipasi misalnya kekurangan air bersih dan lain lain. Kami imbau masyarakat tidak membakar lahan," tegas Sekda.

Penulis: Nur Imam Satria
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved