Citizen Reporter

DPM Untan Bersama MPR RI Gelar Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan

Ia juga mengingatkan bahwa pengimplementasian dari materi yang di paparkan oleh MPR RI ini dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

DPM Untan Bersama MPR RI Gelar Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA
Foto bersama peserta Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan yang dilaksanakan oleh DPM Untan dan MPR RI dengan narasumber Anggota MPR RI periode 2014-2019 Drs. H. Abdul Rahmi, Kamis (08/08/2019) 

DPM Untan Bersama MPR RI Gelar Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan

Citizen Reporter
Hamidi Hendri Bakrin
Panitia Sosialisasi Empat Pilar

PONTIANAK - Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) Universitas Tanjungpura (Untan) Pontianak bekerja sama dengan MPR RI menggelar sosialisasi empat pilar kebangsaan. 

Acara ini menghadirkan narasumber dari  anggota MPR RI periode 2014-2019, Drs H Abdul Rahmi.

Sosialisasi empat pilar ini mengacu kepada Undang-Undang Dasar 1945, Pancasila, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika serta diikuti sebanyak 200 peserta mahasiswa Untan di Aula Fakultas Hukum UntanPontianak, Kamis (8/8/2019).

Acara sosialisasi 4 pilar kebangsaan ini dibuka secara resmi oleh staf ahli Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Untan,Arie.

Ketua DPM Untan, Yanuar R. Ridha  mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk menegakan kembali bahwa empat pilar harus diimplementasikan dikehidupan sehari-hari.

Baca: MPK PD Muhammadiyah Pontianak Bersama MPR RI Gelar Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan

Baca: Ketua MPR RI Temui Presiden Jokowi, Ajak Selesaikan Masalah Pemilu dengan Damai dan Dialog

“Kita menginginkan empat pilar itu tidak hanya sebagai hafalan namun sebagai sebuah konsep pemahaman dan kesepakatan yang harus diimplementasikan dan dijalankan dikehidupan sehari-hari agar empat pilar bisa menjadi pemersatu warga negara Indonesia terutama bagi masyarakat Kalbar,” ungkapnya.

Ia juga mengingatkan bahwa pengimplementasian dari materi yang di paparkan oleh MPR RI ini dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. 

“Contoh pada Pancasila sila yang ke dua, masyarakat dapat mengimplementasikan dengan tidak membeda-bedakan RAS, suku atau agama sehingga segala macam perbedaan, heterogen, negeri ini dapat terus bersatu dan tidak terpecah belah,” tambahnya.

Selanjutnya, anggota MPR RI periode 2014-2019 yang sedang berada di akhir masa baktinya, Abdul Rahmi tidak menyangkal bila terdapat banyak konflik SARA di Indonesia dalam kaitannya dengan pancasila. 

Baca: Bahas Pemekaran KSU, Misni Safari Temui Ketua MPR RI

Baca: Warga Desa Tajok Kayong Ikuti Sosialisasi 4 Pilar MPR RI Bersama Erma Suryani Ranik

Ia bahkan menghimbau dengan adanya pancasila memang sangat diperlukan dalam kehidupan berbangsa dan bermasyarakat.

“Pancasila itu sebagai cerminan bangsa, ada pancasila saja bangsa ini seperti ini apalagi tidak ada pancasila, ntah kemana generasi ini terbwa, maka pancasila itu didengar dan dipahami sebagai ilmu lalu direnungkan sebagai keyakinan,” katanya.

Ia pun menambahkan pemuda harus menjadi garda terdepan dalam mengimplementasikan niai-nilai pancasila.

“Pemuda harus memahami pancasila kemudian menerapkan dalam perilaku keseharian dan  mempertahankan nilai amal pancasila tesebut,” pungkasnya.  (*/Septi Dwisabrina)

Editor: Ishak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved