Citizen Reporter

Tim Satgas Karhutla Kecamatan Jangkang Cek Lima Hotspot

“Lima lokasi yang kita lakukan pengecekan terdapat di Desa Ketori satu titik dan Desa Pisang empat titik,” jelasnya.

Tim Satgas Karhutla Kecamatan Jangkang Cek Lima Hotspot
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA
Tim Satgas Karhutla yang terdiri dari Anggota Polsek Jangkang, anggota Koramil Jangkang, Unsur Kecamatan dan Masyarakat Peduli Api (MPA) saat mendatangi Lima lokasi Hotspot (Titik Api) yang berada di Kecamatan Jangkang, Rabu (7/8/2019). 

Tim Satgas Karhutla Kecamatan Jangkang Cek Lima Hotspot

Citizen Reporter
Denny
Humas Polres Sanggau

SANGGAU - Tim Satgas Karhutla yang terdiri dari Anggota Polsek Jangkang, anggota Koramil Jangkang, Unsur Kecamatan dan Masyarakat Peduli Api (MPA) mendatangi Lima lokasi Hotspot (Titik Api) yang berada di Kecamatan Jangkang, Rabu (7/8/2019).

Pengecekan tersebut dilakukan berdasarkan informasi pantauan BMKG Kalbar, setelah melakukan Brefing yang dipimpin langsung Kapolsek Jangkang Iptu Rustamaji, tim bergerak menuju lokasi hotspot.

Setibanya di lokasi hotspot anggota langsung melakukan pengecekan dan melakukan pendataan terhadap para pemilik lahan yang membakar lahannya.

“Dari data yang di himpun oleh Tim Satgas Karhutla Kecamatan Jangkang, jumlah lahan yang terbakar sekitar dari 5 (lima) titik Hotspot sekitar 3,5 Hektar,”kata Kapolsek Jangkang Iptu Rustamaji, Kamis (8/8/2019).

Baca: Polres Sanggau Sambut 17 Bintara Remaja Baru dengan Tradisi Penyiraman Bunga

Baca: Kapolres Sanggau Ucapkan Selamat HUT Tribun Pontianak Ke-11, Harap Selalu Sinergis

Para pemilik lahan mengatakan lahan/kebun tersebut untuk menanam padi.

“Lima lokasi yang kita lakukan pengecekan terdapat di Desa Ketori satu titik dan Desa Pisang empat titik,” jelasnya.

Untuk itulah, Kami dari Tim Satgas Penanggulangan karhutla Kecamatan Jangkang mengimbau kepada warga agar berhati-hati pada musim kemarau ini.

Baca: Kemarau Mulai Antisipasi Karhutla, Kapolres Sanggau: Kedepankan Pendekatan Preentif dan Preventif

Pastikan bara sisa pembakaran saat membersihkan kebun benar-benar padam sebelum meninggalkan nya.

“Saya harap masyarakat tidak melakukan pembakaran hutan maupun lahan ketika akan memulai bercocok tanam, karena dampaknya sangat merugikan bagi kesehatan dan lingkungan. Dan juga akan membunuh habitat yang hidup di dalamnya," pungkasnya.

Penulis: Hendri Chornelius
Editor: Ishak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved