Breaking News:

PT BAI Janji Rekrut Pekerja Lokal, Lulusan SMK di Mempawah Berpeluang Kerja di Smelter Sungai Kunyit

Bambang memastikan, pihaknya akan memprioritaskan menerima tenaga kerja dari Kabupaten Mempawah.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/YA' M NURUL ANSHORY
Penandatanganan nota kesepahaman antara Disdikbud Provinsi Kalbar dengan PT BAI disaksikan oleh Wakil Bupati Mempawah, Muhammad Pagi di SMKN 1 Mempawah Hilir, Kamis (8/8/2019). 

Siswa Tamatan SMK di Mempawah Berpeluang Besar Bekerja di Smelter Sungai Kunyit, PT BAI Janji Rekrut Pekerja Lokal

MEMPAWAH - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Barat menandatangani nota kesepahaman bersama antara PT Borneo Alumina Indonesia (BAI) anak dari perusahaan PT Inalum (Persero) dan PT Antam TBK, di SMKN 1 Mempawah Hilir binaan PT BAI, Kamis (8/8/2019).

Nota kesepahaman itu berisi tentang kerjasama antara PT BAI dan Disdikbud Provinsi Kalbar untuk mengembangkan potensi yang ada di SMKN 1 Mempawah Hilir agar bisa menjadi tamatan yang cakap dan berkompeten untuk bekerja di Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) yang akan dibangun di Kecamatan Sungai Kunyit.

Dengan adanya nota kesepahaman itu, PT BAI telah menunjukkan komitmennya terhadap pemerintah daerah Kabupaten Mempawah untuk menyerap tenaga kerja lokal yang akan dipekerjakan di perusahaan industri terbesar di Mempawah itu.

Baca: VIDEO: Peresmian Pencanangan Pembangunan Smelter Grade Alumina Refinery

Baca: Kaya Hasil Tambang, Kalbar Minim Smelter

Direktur PT BAI, Bambang Wijanarko mengatakan ini baru awal dari rencana besar mereka membangun pabrik di Kecamatan Sungai Kunyit. Artinya kata dia, dari awal sekali pihaknya sudah merencanakan, ketika sudah beroperasi, mereka bisa menyerap tenaga kerja lokal dari Kabupaten Mempawah.

"Jadi kompetensi dasarnya kita siapkan dulu, kita akan link and match apa yang dipelajari di SMK dan di industri.Kita akan adakan penyesuaian kurikulum di SMK seperti permesinan, kimia industri maupun elektro yang sesuai dengan kebutuhan di SGAR," ujarnya.

Selain itu tambah Bambang, fasilitas untuk praktikum juga akan mereka sesuaikan dengan kerjasama ini, termasuk tenaga pengajarnya. "Nanti akan ada penyesuaian tertentu terhadap apa yang dipelajari di sekolah dengan apa yang kita butuhkan, terkait kompetensi yang akan kita serap seperti apa, itu akan kita sesuaikan," imbuhnya.

Bambang tidak ingin ketika SGAR mulai beroperasi, kompetensi dari tenaga kerja yang mereka butuhkan belum tersedia. Dia mengungkapkan jumlah tenaga kerja yang akan diserap nantinya sekitar 700 orang, namun bisa lebih dari 1000 orang  setelah pabriknya beroperasi.

Baca: Larangan Ekspor Bauksit, Kadin Kalbar: Tak Ada Penjabaran Bangun Smelter

Baca: Dukung Investasi, PLN Kalbar Listriki Transmart Hingga Smelter Alumina

Bambang memastikan, pihaknya akan memprioritaskan menerima tenaga kerja dari Kabupaten Mempawah.

Sedangkan untuk persentasenya dia belum bisa memastikan berapa jumlahnya.

Halaman
123
Penulis: Muhammad Rokib
Editor: Ishak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved