Masyarakat Sintang Mulai Terdampak Kabut Asap Kebakaran Hutan dan Lahan

Satu di antara masyarakat Kabupaten Sintang, Ayu Novitasari (26) sudah merasakan dampak dari kabut asap yang mulai terasa pekat akibat

Masyarakat Sintang Mulai Terdampak Kabut Asap Kebakaran Hutan dan Lahan
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Kebakaran lahan di wilayah BTN Selamat Datang, Kabupaten Sintang beberapa hari lalu yang turut menyumbang kabut asap di Kabupaten Sintang. 

Masyarakat Sintang Mulai Terdampak Kabut Asap Kebakaran Hutan dan Lahan

SINTANG - Satu di antara masyarakat Kabupaten Sintang, Ayu Novitasari (26) sudah merasakan dampak dari kabut asap yang mulai terasa pekat akibat kejadian kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang beberapa minggu terakhir sering terjadi.

Diri pertama-pertama mengalami gejala batuk dan sering pusing kepala, setelah berobat di Puskesmas Sungai Durian, ternyata dokter mengatakan dirinya terkena penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

"Kemarin berobat dan kata dokter terkena ISPA. Saya disuruh istirahat dulu di rumah beberapa hari dan jangan sering beraktivitas di luar. Karena salah satu penyebab utama ISPA adalah kabut asap ini," ujarnya, Kamis (8/8/2019) pagi.

Baca: Desa Tahu Gelar Musdes, Kapolsek Meranti Ingatkan Larangan Karhutla

Baca: Disbun Landak Mediasi Terkait Klaim PT PAS Oleh 2 Dusun

Baca: Poltesa Gelar Simposium Nasional, Hadir DPR RI Maman Abdurahman

Lebih lanjut, Ayu menjelaskan bahwa memang kabut asap yang terjadi di Kabupaten Sintang sudah mulai tebal. Terutama saat dirinya melintas di Jalan Lintas Sintang-Pontianak, tepatnya di Pal 4 atau kilometer 4.

"Yang paling tebal kemarin pas lewat di Pal 4 karena saya juga lihat dari jalan memang sedang ada kebakaran hutan di arah daerah Pal 6. Jadi sekarang saya lebih banyak istirahat dululah di rumah sampai benar-benar sembuh" jelasnya.

Penulis: Wahidin
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved