Ibu Kota Indonesia Pindah ke Pulau Borneo, GMKI Komisarit IKIP Lakukan Giat Ngobrol Pintar

Ngobrol Pintar yang di singkat ngopi adalah kegiatan diskusi yang diadakan untuk menyikapi perihal terkait pindahnya Ibu Kota Indonesia

Ibu Kota Indonesia Pindah ke Pulau Borneo, GMKI Komisarit IKIP Lakukan Giat Ngobrol Pintar
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Foto bersama saat diskusi Komisarit IKIP PGRI Pontianak di cafe Warung Kampus di Jalan Ampera, rabu (7/8/2019). 

Ibu Kota Indonesia Pindah ke Pulau Borneo, GMKI Komisarit IKIP Lakukan Giat Ngobrol Pintar

PONTIANAK - Ngobrol Pintar yang di singkat ngopi adalah kegiatan diskusi yang diadakan untuk menyikapi perihal terkait pindahnya Ibu Kota Indonesia ke pulau Borneo.

Komisarit IKIP Melaksanakan Kegiatan Ngopi(Ngobrol Pintar), kegiatan diskusi ini bertemakan "Ibu kota indonesia pindah ke Pulau Borneo ?", dilaksanakan di cafe Warung Kampus di Jalan Ampera, rabu (7/8/2019).

Diskusi ini lebih memfokuskan pada apa yang harus generasi generasi yang ada di pualu Borneo dan masyarakat pulau Borneo lakukan untuk mempersiapkan diri mereka.

Berdasarkan diskusi yang telah dilaksanakan secara umum pandangan para peserta diskusi lebih membahas dan memfokuskan pada sumber daya manusia generasi generasi yang ada di pulau Borneo.

Baca: Peringati Hari Anak Nasional, Pemkab Kayong Utara Gelar Acara Hiburan

Baca: TRIBUNWIKI: Daftar Puskesmas di Kabupaten Kapuas Hulu

Baca: LIVE Streaming Persela Vs Persib Bandung Big Match Shoppe Liga 1 2019 Indosiar Jam 18.30 WIB

Adapun kegiatan ngopi pintar ini di ikuti oleh penggurus dan kader kader GMKI Komisariat IKIP. Kegiatan diskusi ini dipimpin oleh Kabid Internal GMKI Komisariat IKIP yaitu Afen Wilriady.

Afen Wilriady mengatakan kegiatan ini sangat baik selain itu juga untuk membuka wawasan kader kader GMKI Komisariat IKIP.

Kegiatan ini juga membuat para kader GMKI Komisariat sadar bahwa pendidikan itu sangat penting. Dino Askari Firnando ketua GMKI Komisariat IKIP ujarnya.

"Karena ketika ibu kota indonesia pindah ke pulau Borneo, hal ini akan berdampak besar pada masyarakat yang ada di pulau Borneo," ujar Afen.

Ia mengatakan dampak negatif dan positif dari pemindahan ibu kota indonesia ke pulau Borneo pastilah akan dihadapi masyarakat. Dampak positif dari pemindahan ibu kota indonesia ini diantaranya pemerataan pembangunan baik itu insfratruktur, jalur transfortasi, pemerataan kualitas pendidikan, lowongan pekerjaan, peluang bisnis, peningkatan pertumbuhan ekonomi, dan juga nilai nilai budaya masyarakat Borneo pasti akan lebih maju lagi.

Sedangkan dampak positifnya adalah tingkat permasalahan kesenjangan sosial akan berpotensi terjadi sangat tinggi dan hutan yang ada dipulau Borneo akan semankin berkurang.

Oleh karena itu peningkatan sumber daya manusia merupakan solusi yang ditawarkan untuk menimalisir dampak dampak negatif yang akan diperkirakan terjadi pada masyarakat pulau Borneo.

"Dengan peningkatan sumber daya manusia diyakini generasi generasi pulau borneo mempunyai wawasan yang baik, peluang untuk mendapat pekerjaan yang mempuni juga semankin besar ," ujarnya.

Karena tanpa sumber daya manusia yang baik diyakini generasi generasi pulau Borneo akan teracuhkan, tidak mempunyai nilai daya tarik, tidak bisa membaca peluang pekerjaan dan tidak bisa menumbuh kembangkan potensi yang ada pads diri mereka.

"Harapan didakannya kegiatan NGOPI PINTAR(ngopi) adalah untuk menjadikan kader kader GMKI Komisariat yang peka akan perubahan lingkungan, masa, dan teknologi," imbuhnya.

Penulis: Anggita Putri
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved