LP2M Bersama Puslitbang Garap Penelitian Dinamika Penerjemahan Al-Quran ke Bahasa Dayak Kanayatn

Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) IAIN Pontianak bekerjasama dengan Pusat Penelitian dan Pengembangan

LP2M Bersama Puslitbang Garap Penelitian Dinamika Penerjemahan Al-Quran ke Bahasa Dayak Kanayatn
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Penerjemahan Al-Quran ke Bahasa Dayak Kanayatn 

LP2M Bersama Puslitbang Garap Penelitian Dinamika Penerjemahan Al-Quran ke Bahasa Dayak Kanayatn

PONTIANAK - Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) IAIN Pontianak bekerjasama dengan Pusat Penelitian dan Pengembangan ( Puslitbang) Lektur, Khazanah Keagamaan dan Manajemen Organisasi, Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama untuk menggarap Penelitian dan Penulisan Dinamika Penerjemahan Al-Qur’an ke Bahasa Dayak Kanayatn: menjadi Sebuah Pengalaman Unik.

Hadir dalam kesempatan tersebut Peneliti Utama, Drs. Choirul Fuad Yusuf, MA dan Peneliti Muda, Reza Perwira, yang melakukan monitoring Penelitian Dinamika Penerjemahan Al-Qur’an ke Bahasa Daerah, Selasa (6/8) di Ruang Rapat LP2M.

Dalam kesempatan itu, Peneliti Utama, Drs. Choirul Fuad Yusuf, MA menyampaikan jika salah satu upaya peningkatan peran, fungsi Al-Qur’an dalam pembangunan agama, maka Puslitbang Lektur dan Khazanah Keagamaan, Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI, sejak tahun 2011 melaksanakan program Penerjemahan Al Qur’an ke dalam Bahasa Daerah.

Baca: Dosen UBSI Pontianak Beri Pelatihan Google My Business pada APERSI Kalimantan Barat

Baca: Siswi SMAN1 Pontianak Wakili Kalbar di Paskibra Tingkat Nasional

Baca: TRIBUNWIKI: Alamat 3 Puskesmas di Kecamatan Batu Ampar

Tercatat sejak tahun 2012-hingga kini (2019) sudah diselesaikan penerjemahan dan penerbitan Al-Qur’an berbagai bahasa Daerah di Indonesia, di antaranya yaitu Terjemahan Al Qur’an bahasa : Kaili, Sasak, Makassar, Banjar, Minang, Ambon, Bali, Banyumasan Madura, Bugis dan Aceh, dan Dayak (Kanayatn).

Ia pun menjelaskan tujuan dari penelitian ini yaitu mendekripsikan penyelenggaraan program/kegiatan penerjemahan Al-Qur’an (teks bahasa sumber) ke dalam bahasa daerah (teks bahasa target) serta menuliskan fakta yang terjadi dalam proses kerja yang terjadi (ex post facto).

“Penelitian ini akan mengungkap proses penerjemahan Al-Qur’an bahasa Dayak Kanayatn secara detail mulai dari awal munculnya gagasan sampai dengan launching," ujarnya.

Ia menambahkan, fokus dalam riset ini yang dapat menjadi rujukan dalam penggalian dan pengayaan data yaitu Pemilihan/penentuan dialek bahasa daerah; Penentuan pendekatan dan metoda penerjemahan yang dipergunakan; Penerjemahan istilah-istilah ekuivokal.

Menerjemahkan kalimat yang “debatable, multi-interpretable” secara linguistikal, kultural, maupun teologis agar hasilkan terjemahan yang memiliki tingkat keabsahan (validity), kecermatan/ketepatan (accuracy), keterterimaan (acceptability), dan keterbacaan (readability) yang tinggi; Mengungkap pengalaman kesulitan pembahasan dan pencarian kompromi terjemahan; Mendeskripsikan kesulitan/hambatan administratif.

Penulis: Anggita Putri
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved