Kalbar Satu-satunya Provinsi di Kalimantan Angka Kemiskinannya Meningkat, Tapi Unggul di Sisi Ini

“Padahal karakteristik ekonomi kita dengan Kalteng, Kalsel sama saja, dengan kaltara lebih baik. Kecuali dengan Katim memang lebih baik kaltim," ujarn

Kalbar Satu-satunya Provinsi di Kalimantan Angka Kemiskinannya Meningkat, Tapi Unggul di Sisi Ini
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/MIA MONICA
Kegiatan seminar yang dihadiri oleh beberapa narasumber dengan tema “Menjaga Kesehatan APBD di Tengah Ketidakpstian Ekonomi Global” yang dilaksanakan di Hotel Ibis Pontianak, Rabu (7/8/2019). 

Kalbar Satu-satunya Provinsi di Kalimantan yang Angka Kemiskinannya Meningkat, Tapi Unggul di Koefesien Gini

PONTIANAK - Kementrian keuangan melaksanakan seminar dengan tema “Menjaga Kesehatan APBD di Tengah Ketidakpstian Ekonomi Global” yang dilaksanakan di Hotel Ibis Pontianak, Rabu (7/8/2019).

Dalam kesempatan ini, selain menjelaskan ketidakpastian global serta deindustrialisasi, Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Tanjungpura, Eddy Suratman juga menjelaskan mengenai kemiskinan dan pemerataan.

Edy mengatakan angka kemiskinan kalbar pada maret 2019 meningkat 0.12 persen. Satu-satunya provinsi di Kalimantan yang angka kemiskinannya meningkat.

Baca: Angka Kemiskinan di Sintang Meningkat Tiap Tahun, Pemerintah Daerah Ambil Langkah

Baca: 86 Desa di Sintang Dikategorikan Sangat Tertinggal dan Jadi Kantong Kemiskinan

“Padahal karakteristik ekonomi kita dengan Kalteng, Kalsel sama saja, dengan kaltara lebih baik. Kecuali dengan Katim memang lebih baik kaltim. Tapi mengapa kita mengalami kenaikan angka kemiskinan sendiri ?,” kata Edy.

Ia menyebutkan faktor penyebabnya adalah adanya permasalahan nilai tukar petani yang relatif masih rendah.

“Terendah se Kalimantan, terutama sektor perkebunan rakyat, angkanya di 2019 Juni hanya 91,55 NTP nya. Kemudian di sub sektor padi palawija 93,29. Peningaktan kemiskinan itu 100 persen, hampir pasti ada disektor pertanian. Kembali industrialisasi adalah keniscayaan, kita harus bergerak ke arah itu,” jelas Edy.

Baca: Angka Kemiskinan Kalbar 7,37 Persen dan Termiskin Diantara Lima Provinsi se-Kalimantan

Baca: Entaskan Masalah Kemiskinan, Pemkot Luncurkan Bantuan Ekonomi Produktif Bagi Keluarga Tidak Mampu

Namun ia mengatakan, keunggulan Kalbar adalah mengalami tingkat pemerataan yang relatif baik. 

“Nasional itu punya gini rasio 0,382. Kalbar 0,325. Itu menggamabrkan barat relaif merata. Jika diukur dengan bank dunia, ekonomi Kalimantan barat relatif merata, karena 40 persen penduduk berpendapat rendah itu menikmati bagian dari ekonomi Kalbar di atas 17 persen. 

Tekanan yang kita rasakan tidak membuat tekanan itu menjadi berdampak besar, karena pemerataan ekonomi di kalbar relatif baik,” pungkasnya.

Penulis: Mia Monica
Editor: Ishak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved