Staff Ahli Rektor Untan Kritisi Rencana Edi Kamtono Bangun Mall Layanan Publik

Pengamat FISIP Untan, Dr. Erdi, M.Si yang juga Staf Ahli Wakil Rektor Untan Bidang Kerjasama

Staff Ahli Rektor Untan Kritisi Rencana Edi Kamtono Bangun Mall Layanan Publik

PONTIANAK - Pengamat FISIP Untan, Dr. Erdi, M.Si yang juga Staf Ahli Wakil Rektor Untan Bidang Kerjasama mengkritisi rencana Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono untuk membangun mall layanan publik.

Berikut penuturannya.

Dalam UU No. 25 tahun 2009 tentang Pelayanan Publik, memang disebutkan unit pelayanan publik perlu menysediakan fasilitas bagi kelompok rentan (Pasal 4 huruf j) sehingga tercipta keadilan dalam pelayanan.

Di Pasal 29 juga disebutkan bahwa yang dimaksud kelompok rentan adalah penyandang cacat, lanjut usia, wanita hamil, anak-anak, korban bencana alam, dan korban bencana sosial.

Bang Edi, sahabat saya ini menurut berita itu berencana untuk membangun mall pelayanan publik. Mal itu mencakup semua pelayanan secara terpadu dalam sebuah Gedung.

Kalau maksud Bang Edi adalah untuk menyediakan layanan public seperti diinginkan oleh UU No. 25 tahun 2009; saya tidak bisa bayangkan betapa rumitnya mengatur semua layanan public itu kelak dalam satu Gedung.

Baca: TP PKK Pontianak Juara Umum HKG PKK Tingkat Provinsi Kalbar di Sambas

Baca: Peringatan HKG-PKK dan BBGRM di Sambas, Sanggau Raih Juara 1 PKK-KKBPK-KES Tingkat Kabupaten

Baca: Hendy Wijaya: Perayaan Harganas Dorong Wujudkan Keluarga Sakinah

Masih menurut Bang Edi Rusdi Kamtono tertanggal 26 Juli 2019 di salah satu pemberitaan media online bahwa pembangunan mall khusus untuk pelayanan public terpadu dalam satu Gedung itu membutuhkan lahan luas dan juga pasti: uang untuk pembebasan dan pembangunan Gedung terpadu itu cukup besar.

Sementara di bagian lain, Bang Edi juga menyebut banyak pegawai yang sudah pensiun dan tidak ada penambahan pegawai akibat moratorium ASN, dan seterusnya. Keterkaitan ide di berita itu saling tidak nyambung!

Membaca pernyataan bang Edi ini membuat perut saya mules dan langsung harus buru-buru ke belakang. Saya tak mampu memahami pemikiran jernih Pak Walikota terkait rencana Mall Pelayanan Publik yang disampaikannya dalam acara Training Pelayanan Publik dan Kode Etik ASN di Hotel Santika itu.

Halaman
12
Penulis: Ridho Panji Pradana
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved