Miliki Titik Panas Terbanyak kedua di Kalbar, Wabup Sampaikan Kondisi di Kapuas Hulu ke Presiden

Untuk membahas kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Indonesia, Pemerintah Daerah Kabupaten Kapuas Hulu juya mendapatkan undangan

Miliki Titik Panas Terbanyak kedua di Kalbar, Wabup Sampaikan Kondisi di Kapuas Hulu ke Presiden
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/SAHIRUL HAKIM
Wakil Bupati Kapuas Hulu Antonius L Ain Pamero saat diwancarai oleh sejumlah media di Kabupaten Kapuas Hulu, di Gedung DPRD Kapuas Hulu Abang, Senin (5/8/2019). 

Miliki Titik Panas Terbanyak kedua di Kalbar, Wabup Sampaikan Kondisi di Kapuas Hulu ke Presiden

KAPUAS HULU - Untuk membahas kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Indonesia, Pemerintah Daerah Kabupaten Kapuas Hulu juya mendapatkan undangan dari Presiden RI Joko Widodo.

Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Bupati Kabupaten Kapuas Hulu, Antonius L Ain Pamero saat usia melaksanakan sidang paripurna di Gedung DPRD Kapuas Hulu, Senin (5/8/2019).

"Saya mewakili Pak Bupati akan menghadiri undangan Pak Presiden membahas karhutla, karena kita Kapuas Hulu urut dua terbanyak hotspot (titik panas) di Kalbar," ujarnya kepada wartawan.

Baca: Jelang Pilkades Serentak, Kapolsek Ngabang Rangkul Tokoh Adat di Ngabang

Baca: Morula IVF Pontianak Adakan Seminar Awam Kesehatan Reproduksi dan RTD di Ketapang

Baca: Hadiri Pelatihan PKK, Ini Penjelasan Kapolsek Pengkadan

Antonius menjelaskan, sejak Minggu (4/8/2019) titik api di Kapuas Hulu sebanyak 43 titik panas. Dimana terbanyak kedua tingkat Provinsi Kalbar setelah Kabupaten Ketapang.

"Tapi kita ketahui bersama bahwa, jumlah titip panas itu hanya bersifat sementara, karena memang terjadi pembakaran ladang masyarakat di Kapuas Hulu," ucapnya.

Menurutnya, titik api yang ada itu karena masyarakat membakar ladang, karena sekarang musim membakar ladang, paling lama proses pembakaran ladang itu satu hingga dua jam.

"Masalah karhutla memang menjadi keprihatinan bersama, karena sudah mulai terlihat kabut, sedangkan jarak pandang yang relatif pendek tentu menghambat aktivitas dari sisi perekonomian," ujarnya.

Dalam hal tersebut kata Wabup, kalau pihaknya sudah berkali-kali mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga wilayah setempat agar tidak terjadi karhutla. "Memang saat ini daerah setempat memasuki musim membakar ladang," ucapnya.

Antonius menjelaskan, membakar ladang memang sudah tradisi masyarakat dan itu tidak bisa sepenuhnya menyalahkan masyarakat, yang jelas jika itu karena membakar ladang tidak akan berlangsung lama.

"Kami mengajak masyarakat tetap menjaga lingkungan agar tidak terjadi karhutla setelah musim membakar ladang. Kondisi kita di Kapuas Hulu akan saya sampaikan di Istana, terutama luasan wilayah, minimnya sarana dan prasarana serta memang kondisi membakar lahan," ungkapnya.

Penulis: Sahirul Hakim
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved