Harga Wortel, Sawi Hijau, dan Tiket Pesawat Turun Picu Deflasi di Kalbar Pada Juli 2019

stabilitas harga beberapa komoditas pangan strategis akan terus dipantau, terutama harga daging sapi

Harga Wortel, Sawi Hijau, dan Tiket Pesawat Turun Picu Deflasi di Kalbar Pada Juli 2019
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISHAK
Kepala Bank Indonesia Kantor Perwakilan Kalbar, Prijono, saat menyampaikan paparannya dalam agenda press conference menyambut Imlek 2019, Senin (28/01/2019). 

Harga Wortel, Sawi Hijau, dan Tiket Pesawat Turun Picu Deflasi di Kalbar Pada Juli 2019

PONTIANAK - Tekanan harga pada bulan Juli 2019 di Kalbar kembali menurun hingga mencatatkan deflasi sebesar -0,06% (mtm), setelah pada bulan sebelumnya (Juni) mengalami inflasi sebesar 0,56% (mtm). 

Deflasi Kalbar pada Juli 2019 tersebut lebih rendah dibandingkan dengan rerata bulanan Juli tiga tahun terakhir yang mengalami inflasi sebesar 0,39% (mtm). Sementara itu, nasional mengalami inflasi sebesar 0,31% (mtm). 

“Deflasi Kalbar berada pada posisi ke-25 dari 34 provinsi di Indonesia. Adapun Kota Pontianak mengalami deflasi sebesar -0,10% (mtm). Sebaliknya, Kota Singkawang masih mengalami inflasi sebesar 0,13% (mtm). Secara nasional, Kota Pontianak dan Kota Singkawang masing-masing berada dalam posisi ke-64 dan ke-49 dari 82 kota sampel inflasi di Indonesia,” ujar Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Kalbar, Prijono.

Komoditas pendorong deflasi bulanan Kalbar Juli 2019 adalah wortel, sawi hijau, angkutan udara, daging ayam ras dan kangkung.

Baca: Ingatkan Pentingnya Koordinasi Kendalikan Inflasi, Irwan: Seluruh Komponen Miliki Peran Strategis

Baca: Kenaikan Harga Sayuran hingga Telur Bikin Pontianak Alami Inflasi

“Stok yang kembali normal mendorong deflasi pada wortel dan sawi hijau, setelah mengalami inflasi pada bulan sebelumnya. Di sisi lain, beberapa komoditas mengalami inflasi sehingga menahan deflasi lebih lanjut,” Jelas Prijono.

Komoditas tersebut antara lain sekolah dasar, emas perhiasan, daging sapi, cabai rawit dan apel. Komoditas sekolah dasar mengalam Idul Adha tahun ini, mulainya tahun ajaran baru sekolah. 

Lebih lanjut Prijono mengatakan,  mendekati Idul Adha tahun ini, stabilitas harga beberapa komoditas pangan strategis akan terus dipantau, terutama harga daging sapi. 

Baca: Peluncuran Buku Bank Indonesia Dalam Pusaran Sejarah Bukti Geliat Ekonomi Kalbar di Awal Tahun 1900

Baca: Bank Indonesia Dorong Pariwisata Jadi Sumber Ekonomi Baru di Kalimantan

Inflasi Kalbar ke depan diprakirakan masih berada pada rentang target inflasi nasional 3,5+1% ( yoy ). Namun demikian, terdapat beberapa risiko inflasi yang perlu diwaspadai yaitu anomali cuaca, bencana alam di sentra produksi bahan makanan,

kebakaran hutan dan aban(karhutla) serta fluktuasi harga minyak dunia. 

“Dalam rangka pengendalian inflasi, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Kalimantan Barat akan terus memperkuat koordinasi kebijakan,” pungkasnya.

Penulis: Mia Monica
Editor: Ishak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved