Untuk Kebutuhan Hidup Sehari-hari, Supardini Hanya Berharap Belas Kasihan Tetangga
Untuk air bersih sendiri, ia hanya bergantung pada air hujan. Itu yang akan digunakan untuk memasak dan mandi.
Penulis: Rivaldi Ade Musliadi | Editor: Jamadin
Untuk Kebutuhan Hidup Sehari-hari, Supardini Hanya Berharap Belas Kasihan Tetangga
PONTIANAK - Supardini (73) sudah belasan tahun tinggal hanya berdua sang anak perempuannya yang bernama Ria Rizky Utami (23). Sang anak yang mengalami difabel, tinggal berdua di sebuah rumah tak layak huni yang berukuran 6 kali 10 meter berlantaikan papan rapuh, ditengah Kota Pontianak, tepatnya di Jl. Johar Gang Pelangi.
Untuk dinding depan rumah ditambal dengan terpal dan bekas baliho. Ketika siang hari digulung, menjelang malam ditutup kembali.
Dinding belakang hanya dibiarkan terbuka begitu saja. Kata Supardini, ketika hujan datang dengan angin kuat, air akan merembes ke dalam rumah.
Supardini yang menjanda setelah suaminya meninggal lima tahun lalu ini hanya mengandalkan bantuan tetangga dan keluarga untuk hidup sehari-hari, karena dirinya tidak bisa lagi bekerja. Terlebih anaknya tidak bisa ia tinggalkan sendiri di rumah.
Dirinya menjelaskan bahwa rumah tersebut adalah milik mertuanya. sedangkan suaminya, sudah lama meninggal akibat suatu penyakit sehingga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari hanya mengharapkan belas kasihan dari warga lain.
Baca: Periksa Kesehatan Anak Supardini, Ini Penjelasan dr Bayu Wirasakti
Baca: Ketua KONI Kalbar Ajak Doakan Daud Yordan Agar Menang Lawan Petinju Thailan
"Jadi ada jak orang datang yang ngantar kebutuhan sehari-hari. kayak beras, sayur," ungkapnya.
Untuk air bersih sendiri, ia hanya bergantung pada air hujan. Itu yang akan digunakan untuk memasak dan mandi.
Jika hari tidak hujan, maka ada tetangga yang akan membantu dia mengangkut air dari aliran rumah warga yang lain.
"Kalau listrik murah, paling tinggi 12 ribu jak. Soalnyakan hanya pakai dua lampu jak," ungkapnya sembari menujuk lampu di ruang tengah yang menyatu dengan dapur dan kamar serta lampu yang ada di kamar mandi.
Berdasarkan keterangan Supardini, sudah tiga tahun terakhir ini dirinya tidak menerima bantuan dari pemerintah dalam bentuk apapun. Padahal, di tahun-tahun sebelumnya selalu ada saja bantuan yang datang.