Bupati Jarot Buka Seminar Pelayanan Perempuan GKII, Ingatkan Tantangan Bagi Kaum Ibu

“Karena peran ibu-ibu sangatlah besar dan perannya sangat penting, dengan adanya ibu-ibu inilah merupakan pilar daerah kita," kata Jarot.

Bupati Jarot Buka Seminar Pelayanan Perempuan GKII,  Ingatkan Tantangan Bagi Kaum Ibu
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/WAHIDIN
Bupati Sintang, Jarot Winarno membuka kegiatan Seminar dan Pelatihan Pelayanan Perempuan GKII Wilayah II Kalimantan Barat di Aula Sekolah Tinggi Theologi Immanuel, Desa Teluk Kelansam, Kecamatan Sintang, Jumat (2/8/2019) kemarin. 

Bupati Jarot Buka Seminar Pelayanan Perempuan GKII,  Ingatkan Tantangan Bagi Kaum Ibu

SINTANG - Bupati Sintang, Jarot Winarno membuka kegiatan Seminar dan Pelatihan Pelayanan Perempuan GKII Wilayah II Kalimantan Barat di Aula Sekolah Tinggi Theologi Immanuel (STTI), Desa Teluk Kelansam, Kecamatan Sintang, Jumat (2/8/2019) kemarin.

Pembukaan ditandai dengan pemukulan gong sebanyak tujuh kali oleh Bupati Sintang.

Turut hadir Wakil Ketua DPRD Sintang Terry Ibrahim, Staf Ahli Bupati bidang Hukum, Politik, dan Pemerintahan Syarifudin, dan Kepala UPJJ wilayah II H Beni Syahbani.

Dihadapan para peserta yang terdiri dari kaum perempuan, Bupati Sintang Jarot Winarno memberikan arahan bahwa kegiatan seminar dan pelatihan bagi kaum perempuan ini sangat penting dilaksanakan.

Baca: Bupati Sintang Hadiri Rakerda ke-III GKII Daerah Ketungau Hilir

Baca: Rakerda III GKII Daerah Ketungau Hilir Diikuti Sebanyak 27 GKII

“Karena peran ibu-ibu sangatlah besar dan perannya sangat penting, dengan adanya ibu-ibu inilah merupakan pilar daerah kita," kata Jarot.

Selain peran seorang ibu sebagai kaum perempuan, Jarot mengatakan bahwa ada beban dan tantangan yang dihadapi oleh kaum ibu-ibu.

“Lingkungan sekitar kita itu masih ada anak yang kurang mendapatkan gizi yang baik, sehingga menyebabkan tinggi badan tidak sesuai dengan umur atau stunting. Jadi tantangan ibu-ibu kedepannya bagaimana caranya untuk memenuhi gizi untuk anak-anak kita di rumah," sambungnya.

Jarot menambahkan bahwa di Kabupaten Sintang masuk dalam kategori masyarakat miskin. Tercatat penduduk miskin di Sintang sebanyak 10.35 persen.

"Artinya ada sekitar 42.000 jiwa dari total 410.000 jiwa masyarakat di Sintang yang hidup miskin, sehingga ketahanan pangan dan gizi masih kurang, hal tersebutlah yang membuat angka stunting masih tinggi," jelasnya.

Baca: Polsek Belitang Berikan Pengamanan Ibadah Paskah di GKII Berea Belitang

Baca: Personel Gabungan Berikan Pengamanan Ibadah Malam Paskah di GKII Berea Belitang

Kemudian, Jarot juga menyebutkan tantangan kedua bagi kaum ibu-ibu bahwa di era teknologi sekarang adalah anak-anak milenial yang jumlahnya sangat besar dan kurang interaksi sosial.

“Anak milenial jumlahnya besar, sebanyak 77 persen anak zaman sekarang berteman dengan Handphone, sehingga hanya 33 persen saja anak yang masih mau berkumpul, hidup bersosial di masyarakat, nah ini akan menjadi tantangan bagi kaum ibu perempuan untuk memberikan masukan yang baik bagi anaknya," tuturnya.

Menurut Jarot jika anak kita sudah hidup berteman dengan handphone, maka di dalam handphone tersebut ada dampak positif dan negatifnya.

"Tinggal sebagai kaum ibulah yang mampu menyaring bagi anaknya, karena arus informasi yang hoax, berita kekerasan, pornografi mudah didapatkan bagi anak-anak kita," pungkasnya. 

Penulis: Wahidin
Editor: Ishak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved