Soal Penundaan Pembentukan PDAM, Ini Penjelasan Bupati Citra

Bupati Kayong Utara, Citra Duani berkomitmen untuk membentuk PDAM guna membantu krisis permasalahan air bersih

Tayang:
Penulis: Faiz Iqbal Maulid | Editor: Madrosid
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ ADELBERTUS CAHYONO
Bupati Kayong Utara Citra Duani membuka Seminar Emas Pegadaian di Istana Rakyat, Sukadana, Rabu (13/2/2019). 

Soal Penundaan Pembentukan PDAM, Ini Penjelasan Bupati Citra

KAYONG UTARA - Bupati Kayong Utara, Citra Duani berkomitmen untuk membentuk PDAM guna membantu krisis permasalahan air bersih yang ada di Kayong Utara.

Kesungguhan Pemkab ini menurutnya, dimulai dengan rapat-rapat dan pembahasan di tingkat Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan pembahasan mengenai regulasi dari PDAM sendiri.

”Saya sudah instruksikan kepada OPD terkait untuk segara dalam pembentukan PDAM ini,” jelas Citra dalam siaran pers Humas Setda Kayong Utara, Jumat (2/8/2019).

Terkait adanya pemberitaan mengenai penundaan PDAM, hal itu menurutnya hanya miskomunikasi.

“Kita sudah punya Perda tentang PDAM, jadi dasar hukumnya jelas untuk kita tindaklanjuti pembentukannya,” terang Citra.

Citra menjelaskan, untuk memaksimalkan adanya PDAM nanti, Pemkab Kayong Utara tahun ini mulai melakukan pembenahan kembali terhadap jaringan pipa air yang sudah ada.

Saat ini UPT Air Bersih sedang melakukan pendataan asset yang telah dibangun, nantinya data tersebut untuk diserahkan kepada manajemen PDAM yang terbentuk.

Untuk mengatasi krisis air bersih yang dialami masyarakat saat ini, Citra juga telah mengintruksikan kepada OPD terkait untuk mengirim air bersih kepada desa-desa yang membutuhkan.

PDAM, kata Citra, adalah satu diantara sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Citra menyebut telah mendapat dukungan dari Gubernur Kalbar untuk mendirikan PDAM.

Saat ini, Kabupaten Kayong Utara memang belum mempunyai PDAM.

Pengelolaan air bersih masih berada di bawah naungan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang.

Air bersih yang disalurkan ke rumah-rumah penduduk masih gratis.

Warga tidak perlu membayar tarif sepeserpun. Kendati demikian, di beberapa kecamatan, seperti Simpang Hilir, Teluk Batang, dan Pulau Maya, warga masih kesulitan mendapatkan air bersih.

"PDAM ini nanti akan mengelola air, sehingga tahun 2020 mudah-mudahan usulan kita sudah bisa disetujui, 2021 mudah-mudahan air sudah bisa meluncur ke Melano," imbuh Citra.

Citra menyebut akan meningkatkan pelayanan pemerintah untuk masyarakat, dalam bidang apapun.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved