Breaking News:

Pakai Rompi Orange Keluar KPK, Ini Ucapan Pertama Sukiman saat Ditanya Wartawan?

Penyidik KPK, resmi menahan angggota Komisi XI DPR itu terkait kasus suap pengurusan dana perimbangan pada APBN-P 2017 dan APBN 2018

(KOMPAS.com/Ardito Ramadhan D)
Angggota Komisi XI DPR dari Fraksi Partai Amanat Nasional Sukiman berjalan menuju mobil tahanan usai diperiksa di Gedung Merah-Putih KPK, Kamis (1/8/2019). 

Pakai Rompi Orange Keluar KPK, Ini Ucapan Pertama Sukiman saat Ditanya Wartawan?

Politisi Partai Amanat Nasional (PAN), Sukiman langsung mengenakan rompi berwarna kuning usai menjalani, pemeriksaan di Gedung Merah-Putih, Kamis (01/08/2019).

Penyidik KPK, resmi menahan angggota Komisi XI DPR itu terkait kasus suap pengurusan dana perimbangan pada APBN-P 2017 dan APBN 2018 untuk Kabupaten Pegunungan Arfak periode 2017-2018.

Pasca keluar dari Gedung Merah-Putih sekitar pukul 17.16 WIB, Sukiman pun diserbu sejumlah wartawan yang telah menunggu.

Baca: Sukiman, Anggota DPR Fraksi PAN Asal Kalbar Ditahan KPK! Tersangka Sejak 7 Februari 2019

Namun, tak banyak kata yang keluar dari politisi asal Kalbar ini kepada kepada awak media. 

"Terima kasih ya, mohon doanya. Semoga semuanya cepat selesai," kata Sukiman sembali berjalan memasuki mobil tahanan.

Ia ditahan 20 hari pertama di Rumah Tahanan Cabang KPK. 

Kamis ini, KPK memeriksa Sukiman sebagai saksi untuk tersangka Natan Pasomba dalam kasus suap pengurusan dana perimbangan pada APBN-P 2017 dan APBN 2018 untuk Kabupaten Pegunungan Arfak periode 2017-2018.

Sukiman sendiri sebelumnya telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus yang sama.

Kasus ini bermula ketika Pemerintah Kabupaten Pegunungan Arfak melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) mengajukan dana alokasi khusus pada APBN Perubahan Tahun 2017 dan APBN 2018 ke Kementerian Keuangan.

Saat proses pengajuan, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Pegunungan Arfak Natan Pasomba bersama pihak rekanan bertemu dengan pegawai Kemenkeu untuk meminta bantuan meloloskan pengajuan anggaran itu.

Pihak pegawai Kemenkeu kemudian meminta bantuan kepada Sukiman.

Baca: Sukiman Tersangka KPK, Pengamat: Mesti Mengedepankan Asas Praduga Tak Bersalah

Natan diduga menyediakan uang untuk pihak tertentu sekitar Rp 4,41 miliar. Rinciannya, mata uang rupiah senilai Rp 3,96 miliar dan 33.500 dollar Amerika Serikat.

Jumlah tersebut merupakan commitment fee sebesar 9 persen dari dana perimbangan yang dialokasikan untuk Kabupaten Pegunungan Arfak.

Dari jumlah tersebut, Sukiman diduga menerima sejumlah Rp 2,65 miliar dan 22.000 dollar Amerika Serikat sejak bulan Juli 2017 sampai April 2018 melalui beberapa perantara. 

Penulis: Haryanto
Editor: Haryanto
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved