60 Hektare Lahan di Telayar Terbakar, Bupati Erlina Imbau Masyarakat Bersinergi Cegah Karhutla

Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Mempawah masih saja terjadi. Berdasarkan data yang diterima dari BPDB

60 Hektare Lahan di Telayar Terbakar, Bupati Erlina Imbau Masyarakat Bersinergi Cegah Karhutla
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Ya'M Nurul Anshory
Bupati Mempawah, Hj Erlina 

60 Hektare Lahan di Telayar Terbakar, Bupati Erlina Imbau Masyarakat Bersinergi Cegah Karhutla

MEMPAWAH - Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Mempawah masih saja terjadi. Berdasarkan data yang diterima dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), selama bulan Juli 2019 sudah ada 8 titik api yang terjadi.

Dari 8 titik api tersebut, yang masih bertahan sampai saat ini adalah Karhutla di Dusun Telayar, Desa Sejegi, Kecamatan Mempawah Timur, yang mana sampai saat ini luas lahan yang terbakar mencapai 60 hektar.

Menanggapi hal itu, Bupati Mempawah, Hj Erlina SH MH mengimbau masyarakat untuk bersinergi dalam melakukan pencegahan dan penanggulangan dengan pemerintah dan stakeholder terkait.

Dalam memadamkan api Karhutla kata Erlina, kita tidak bisa hanya mengandalkan Satgas yang telah dibentuk, harus ada sinergi antara pemerintahan dari atas sampai bawah, serta peran masyarakat.

"Saya mengimbau para camat, kepala dinas terkait, tolong himbau masyarakatnya agar merasa bertanggung jawab dalam menjaga hutan kita, agar tidak terjadi kebakaran hutan dan lahan," ujarnya, Kamis (1/8/2019).

Baca: BREAKING NEWS - Innalillahi Wainna Ilaihi Rojiun Agung Hercules Meninggal Dunia Kamis 1 Agustus 2019

Baca: BREAKING NEWS - Gadis Belia di Tebas 6 Tahun Korban Cabul Paman Kandung, Teror Dukun Tiap Jam 01.00

Baca: Ini Kronologi Terungkapnya Kasus Narkoba Jaringan Malaysia, Kalbar dan Jawa Timur

Bupati Erlina menekankan agar dilakukan pencegahan terlebih dahulu ketimbang penanggulangan sebab menurutnya, biaya yang dikeluarkan dalam pencegahan lebih murah dibanding penanggulangan.

Terlebih lagi, Karhutla itu kata Erlina, yang menjadi korban tidak hanya warga sekitar lokasi kebakaran saja, namun semua wilayah dalam lingkup yang luas akan menjadi korban terdampak asap.

Lebih rinci Erlina menjelaskan, Satgas pencegahan karhutla yang sudah dibentuk sebelumnya telah ditempatkan di lima desa paling rawan kebakaran, namun berdasarkan data ada 28 desa yang berpotensi karhutla.

"Oleh karena itu penting bagi kita untuk bekerja sama dengan semua pihak terutama di tingkat Kecamatan dan Desa dalam pencegahan karhutla," pungkasnya.

Penulis: Ya'M Nurul Anshory
Editor: Maskartini
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved