Petani Harus Tangkap Peluang Ekonomi Tanaman Pangan Alternatif

Pada kesempatan ini, Distan TPH Kalbar mengajak para petani untuk mengambil peluang ekonomi dari budidaya komoditas pangan alternatif.

Petani Harus Tangkap Peluang Ekonomi Tanaman Pangan Alternatif
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/MIA MONICA
Sosialisasi Pengembangan Tanaman Pangan Alternatif Tahun 2019 di Hotel Gajah Mada Pontianak

Petani Harus Tangkap Peluang Ekonomi Tanaman Pangan Alternatif

PONTIANAK - Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Hortikultura (Distan TPH) Kalbar menggelar kegiatan Sosialisasi Pengembangan Tanaman Pangan Alternatif Tahun 2019 di Hotel Gajah Mada Pontianak. 

Acara ini berlangsung dari tanggal 30 -31 Juli 2019 dan diikuti petugas pertanian dari kabupaten dan petani.

Pada kesempatan ini, Distan TPH Kalbar mengajak para petani untuk mengambil peluang ekonomi dari budidaya komoditas pangan alternatif.

“Peluang ekonomi komoditas pangan alternatif saat ini di Kalbar terbuka lebar. Pangan alternatif tersebut seperti dari umbi – umbian,” ujar Kadistan TPH Kalbar, Heronimus Hero saat melakukan kegiatan Sosialisasi Pengembangan Tanaman Pangan Alternatif Tahun 2019, Selasa (30/7/2019).

Baca: Dr Erdi: Jangan Hantui Petani Karena Karhutla

Baca: Polresta Pontianak Tawarkan Program Pencegahan Karhutla Kepada Para Petani

Menurutnya peluang yang besar ada pada tanaman umbi-umbian, seperti talas atau keladi yang harganya masih sangat menguntungkan bagi petani.

“Dalam satu hektare petani bisa menghasilkan sekitar 20 ton. Untuk harga di tingkat petani saat ini di kisaran Rp6.000 per kilogram. Sedangkan di tingkat pasar sekitar Rp12.000 – Rp14.000 per kilogram,” jelasnya.

Kemudian ia menyebutkan bagian produksi merupakan hal  yang penting untuk dilakukan petani agar mendapat keuntungan lebih, bukan menjual bahan baku saja.

“Kalau mau untung ya menanam, mendistribusikan, mengolah dan distribusi mengolah. Setiap tahapan tersebut ada nilai keuntungan. Petani bisa memperoleh nilai tambah,” papar Hero.

Pihaknya mengakui bahwa untuk tanaman pangan alternatif saat ini bukan prioritas utama. Menurutnya untuk prioritas masih pada tanaman padi.

Halaman
12
Penulis: Mia Monica
Editor: Ishak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved