Diskes Kota Pontianak Belum Temukan Beredarnya Obat Palsu

Beberapa waktu lalu kepolisian mengungkapkan kasus pemalsuan obat keras dengan obat-obatan paten yang tidak sesuai standar.

Diskes Kota Pontianak Belum Temukan Beredarnya Obat Palsu
ISTIMEWA
Kepala Dinas Kesehatan Kota Pontianak dr. H. Sidig Handanu Widoyono, M.Kes 

Diskes Kota Pontianak Belum Temukan Beredarnya Obat Palsu

PONTIANAK - Kepala Dinas Kesehatan Kota Pontianak, Sidiq Handanu menuturkan pihaknya secara intensif terus melakukan Koordinasi dengan Balai Besar POM dan Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat sebagai langkah antisipasi masuk dan beredarnya obat palsu ke Pontianak.

Tak hanya itu, pihaknya selama ini juga secara berkala bersama dengan balai POM melakukan pengawasan bersama dinas terkait berkenaan dengan obat dan makanan yang beredar

"Pengawasan dilakukan bersama dengan Balai POM untuk pengawasan obat. Meski sebenarnya ada juga pengawasan yang dilakukan langsung oleh Dinas Kesehatan tingkat kota. Pengawasan dilakukan pada Pedagang Besar Farmasi, apotek hingga toko obat," ujar Sidiq Handanu.

Baca: Mery dan Kadafie Puncaki Peringkat Seleknas Tahap Pertama

Baca: Ketua Persit KCK PD XII/Tpr Tatap Muka dengan Anggota Persit KCK Koorcab Korem 121/Abw

Beberapa waktu lalu kepolisian mengungkapkan kasus pemalsuan obat keras dengan obat-obatan paten yang tidak sesuai standar.

Obat palsu itu disalurkan ke 197 apotek di kawasan Jabodetabek.

Ia menambahkan selama berjalannya pengawasan itu belum ditemukannya kasus peredaran obat palsu di Pontianak. Termasuk berkaitan dengan tangkapan Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dit Tipidter) Bareskrim Polri tentang peredaran obat palsu.

Meski demikian ada temuan lain dalam pengawasan bersama Dinkes dan Balai Pom. Temuan itu pada obat-obat tradisional yang berasal dari luar dan belum memiliki izin edar.

“Obat-obat tradisional dari luar dan termasuk jamu yang tidak ada izin edarnya," ujarnya.

Oleh Balai Pom, temuan itu lansung dilakukan pemusnahan dan ditembuskan ke diskes untuk melakukan monitoring. Selain itu pihaknya juga masih menunggu edaran dari Kementerian Kesehatan maupun Balai Pom terkait dengan pengungkapan pemalsuan obat yang dilakukan kepolisian.

Halaman
12
Penulis: Hamdan Darsani
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved