Tiga Kampus di Kalbar Perkenalkan Dayak Kepada Mahasiswa Asing

Setelah sukses dengan agenda Summer School tentang budidaya Mangrove di tahun 2018, Konsorsium Universitas Tanjungpura

Tiga Kampus di Kalbar Perkenalkan Dayak Kepada Mahasiswa Asing
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Foto bersama seluruh peserta JSP dengan para Rektor dan tenaga dosen di Ruang Sidang Senat Rektorat Untan, Senin (29/7/2019). Ist 

Citizen Reporter
Dosen Fisip Untan/IRO officer UMP
Hardi Alunaza

SINGKAWANG - Setelah sukses dengan agenda Summer School tentang budidaya Mangrove di tahun 2018, Konsorsium Universitas Tanjungpura dan Universitas Muhammadiyah Pontianak kembali memenangkan kompetisi hibah dari Kemenristekdikti berupa program Pengembangan Kelembagaan Kantor Urusan Internasional (PKKUI) untuk mengadakan kegiatan Joint Summer Program (JSP) dengan mitra baru yakni Universitas Panca Bhakti.

Mengangkat tema Dayaks: Engaging Youth for Sustainable Indigenous Community, kegiatan diikuti oleh 34 peserta yang berasal dari Tiongkok, Taiwan, Indonesia, dan Malaysia.

Pembukaan kegiatan berlangsung di Ruang Sidang Senat Rektorat Universitas Tanjungpura.

Baca: BKDSDMAD: Minimal Peserta Open Bidding 4 Orang

Baca: TRIBUNWIKI: 3 Film Indonesia yang Diakui Dunia

Baca: Atbah: Proses Open Bidding Sudah Dimulai

Agenda pembukaan dihadiri Kepala Subdirektorat Kerja Sama Perguruan Tinggi Kemenristekdikti, Rektor Universitas Muhammadiyah Pontianak, Wakil Rektor II Bidang SDM dan Keuangan Universitas Panca Bhakti, Rektor Universitas Tanjungpura yang diwakili oleh Dekan Fakultas Teknik dan segenap jajaran dekanat dari Untan dan UMP.

Joint Summer Program tahun 2019 akan berlangsung dalam bentuk kegiatan perkuliahan di Untan, UMP, dan UPB.

Selain itu, peserta asing akan belajar bahasa Indonesia di Upt Bahasa Untan. Sementara, untuk peserta yang berasal dari Indonesia akan belajar bahasa Jepang dan Mandarin.

Selama kegiatan berlangsung, peserta akan diperkenalkan mengenai Dayak dari sudut pandang sosial budaya, arsitektur, ekonomi, antropologi, dan juga hukum.

“Kegiatan course JSP ini akan berlangsung di Pontianak. Sementara Social Engagement nya akan dilaksanakan di Kampung Sahamp, Kabupaten Landak,” tutur Zairin Zain selaku Direktur Kantor Urusan Internasional Untan.

Purwanto Subroto Kepala Subdirektorat Kerja Sama Perguruan Tinggi Kemenristekdikti dalam materi penyampaiannya terkait Youth Engaging for Sustainable Community Development menjelaskan bahwa JSP merupakan wadah bagi para generasi muda untuk mengembangkan jejaring dan meningkatkan kepercayaan diri agar terhubung dengan masyarakat dunia.

Baca: Kajari Sambas Berharap Open Bidding Berjalan Objektif

Baca: FOTO: Kawasan Jembatan Kapuas I Pembangunannya Tinggal Menunggu Komitmen Pemkot Pontianak

Halaman
12
Penulis: Ridhoino Kristo Sebastianus Melano
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved