Polisi Proses Kasus Dugaan Penganiayaan yang Dilakukan 5 Debt Collector

Meski demikian, pihak kepolisian menegaskan proses hukumnya masih berjalan di Polresta Pontianak

Polisi Proses Kasus Dugaan Penganiayaan yang Dilakukan 5 Debt Collector
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA
5 Debt Collector yang diamankan atas dugaan lakukan penganiayaan 

Polisi Proses Kasus Dugaan Penganiayaan yang Dilakukan 5 Debt Collector

PONTIANAK  - Kasus penganiayaan dan pengeroyokan yang dilakukan oleh lima orang pria sebagai debt collector terhadap seorang warga sebagai debitur membayar angsuran kredit mobil berujung damai. 

Kedua belah pihak dikabarkan menyelesaikan masalah ini secara kekeluargaan. Meski demikian, pihak kepolisian menegaskan proses hukumnya masih berjalan di Polresta Pontianak.

 "Dari pihak mereka yang damai. Dari pihak kepolisian (proses hukumannya) berjalan," ujar Kasat Reskrim Polresta Pontianak, AKP Rully Robinson Polii, Minggu (28/7/2019).

Baca: Temui Warga, Brigadir Enggry Sosialisasikan Saber Pungli

Baca: Peringatan Dini! BMKG Pantau 22 Titik Panas di Kalbar, Visibiliti di Bandara Supadio hanya 100 Meter

Sebagaimana dalam berita sebelumnya, pada Selasa (23/7) kemarin, jagad maya dihebohkan dengan aksi sejumlah orang penagih utang atau dikenal dengan sebutan debt collector, kepada seorang debitur.

Dalam video yang beredar itu, penganiayaan tersebut terjadi di depan Royal Gardenia (tak jauh dari Hotel Aston), Jalan Terminal Hijas, Kecamatan Pontianak Selatan, sekitar pukul 15.00 Wib.

Seorang debitur bernama Ajang ( 39 ) itu mengaku dianiaya dan dikeroyok serta mobil yang tunggakannya macet ditarik atau disita secara paksa.

Atas dasar inilah warga Jalan Beringin, Kelurahan Darat Sekip, Kecamatan Pontianak Kota itu membuat laporan ke Polresta Pontianak.

Tak menunggu lama, malam itu juga anggota Jatanras Sat Reskrim Polresta Pontianak berhasil mengamankan lima Si Mata Elang yang bekerja untuk leasing Oto Finance ini.

Mereka ke lima pria depkolektor itu adalah BA (28), RA (29), DS (47), DP (42), yang merupakan warga di Kecamatan Pontianak Barat dan MD (33) warga Kabupaten Kubu Raya.

Kanit 1 Harda Sat Reskrim Polresta Pontianak, Iptu Sagi menjelaskan, kejadian berawal saat Ajang membeli mobil Daihatsu Sigra secara kredit melalui leasing Oto.

Seperti di ketahui mobil yang di kendarai Ajang bernomor polisi KB 1801 SN itu sudah berjalan selama 14 bulan pembayaran. Namun, pembayaran Ajang pada Juni dan Juli macet alias menunggak dua bulan.

Atas kejadian ini, pelaku oleh aparat penegak hukum kepolisian akan menjeratnya pada Pasal 351 KUHP tentang Tindak Pidana Penganiayaan dan Pasal 170 KUHP tentang Tindak Pidana Pengeroyokan.

Penulis: Hadi Sudirmansyah
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved