Kurang Percaya Diri Terhadap Jabatan Baru, Ini Kiat dari Sosok Motivator Chairul Fuad

Okey, berikut ini jawaban dari sosok motivator Chairul Fuad tentang permasalahan karir seseorang. Semoga cepat terselesaikan ya

Kurang Percaya Diri Terhadap Jabatan Baru, Ini Kiat dari Sosok Motivator Chairul Fuad
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/MAUDY ASRI GITA UTAMI
Chairul Fuad 

Kurang Percaya Diri Terhadap Jabatan Baru, Ini Kiat dari Sosok Motivator Chairul Fuad

PONTIANAK - Berbagai permasalah dalam dunia karir kerap kita dapati. Tidak sedikit yang luput dari egoisme pribadi.

Namun pada dasarnya, jika kita bisa menerima dengan lapang dada niscaya semua akan bisa dijalani dengan baik.

Okey, berikut ini jawaban dari sosok motivator Chairul Fuad tentang permasalahan karir seseorang. Semoga cepat terselesaikan ya.

Pertanyaan:

Baru-baru ini saya diangkat menjadi supervisor coordinator di kantor saya menggantikan jabatan senior saya yang menurut penilaian atasan “bermasalah” dengan jabatannya. Dengan umur yang relative muda (27 tahun) saya merasa sangat kurang kemampuan. Apa lagi saat sekarang dengan kemajuan di segala bidang tugas akan semakin berat. Ada niat untuk melakukan perubahan-perubahan agar tugas dapat dijalankan dengan baik dan bawahan saya juga dapat saya bina dan ayomi secara baik pula. Mohon advis pak, kiat apa yang dapat saya lakukan.

Baca: TRIBUNWIKI: 3 Film Indonesia yang Diakui Dunia

Baca: FOTO: Kawasan Jembatan Kapuas I Pembangunannya Tinggal Menunggu Komitmen Pemkot Pontianak

Baca: RAMALAN ZODIAK Cinta Selasa 30 Juli 2019, Suasana Romantis bagi Aries, Suasana Misterius pada Taurus

Renaldi (Sambas)

Jawaban:
Selamat pagi, semangat pagi
Saya ucapkan selamat kepada Anda yang sudah mendapat kepercayaan untuk menjabat sebagai supervisor kepala pada usia yang relative muda. Sebuah prestasi yang gemilang. Terpilihnya Anda untuk menggantikan posisi senior Anda yang “bermasalah” dengan kepemimpinannya, adalah sebuah tantangan yang besar karena Anda harus memperbaiki kondisi yang dianggap kurang kondusif oleh atasan Anda.

Sehubungan dengan pertanyaan Anda saya setuju bahwa Anda harus lebih inovatif. Apalagi menjelang era 4.0 yang menuntut kemampuan yang bersifat inovatif. Untuk menjadi inovatif diperlukan kretifitas yang tinggi. Saat sekarang memang dituntut pemimpin yang seperti itu, apa yang dikenal dengan istilah pemimpin perubahan (innovative leader). Beberapa modal dasar dapat Anda miliki dan kembangkan.

Banyak teori tentang kepemimpinan yang innovative. Salah satunya adalah Adaptive leader. Seorang adaptive leader adalah seorang pemimpin yang cerdas menyesuaikan diri dengan Perubahan, mudah menyesuaikan diri dengan perubahan dan keadaan baru, memiliki inisiatif dalam kemampuan beradaptasi, dan mempraktekkan perubahan dengan melengkapkan diri dalam sebuah kepribadian bersama (mampu beradaptasi dengan lingkungannya dan mampu berinteraksi secara positif).

Guna mencapai hal tersebut Anda harus mulai membangun mindset diri dan bawahan Anda kea rah yang positif. Selanjutnya membangun budaya kerja yang positif. Seorang innovative leader juga harus sensitive (peka terhadap perubahan), dinamis, responsive (tanggap), plastis (dapat menyesuaiakn perubahan) dan agilitas (lincah/gesit), serta mampu menerima feed back (umpan balik).

Saya mungkin tidak bisa menjelaskan secara detail di sini, namun semoga Anda dapat menangkap makna dari apa yang saya sampaikan. Jangan bimbang, tentukan arah kepemimpinan Anda (misi) dengan jelas. Dengan optimalisasi kreatifitas (thinking, feeling, sensing, intuiting dan imaginating) dan kemampuan di atas saya yakin Anda akan mampu mengemban tugas baru Anda.

Yakinlah bahwa semua manusia punya potensi. Ketika Anda mampu meninggalkan gold memory (ingatan emas) sehingga bawahan Anda mencapai happiness dalam bekerja. Anda akan menjadi great leader. Semoga bermanfaat. Salam sukses dan optimis.

Penulis: Maudy Asri Gita Utami
Editor: Maskartini
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved