Keluarga dari Anak Disabilitas Yang Meninggal di PLAT Sesalkan Kinerja Dinas Sosial

Ia pun mengaku sangat menyangkan dan kecewa atas kinerja pengurus PLAT serta dinas sosial pontianak.

Keluarga dari Anak Disabilitas Yang Meninggal di PLAT Sesalkan Kinerja Dinas Sosial
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ FERRYANTO
Ali (72) ayah anak disabilitas yang meninggal di Aniaya oleh Penghuni PLAT di Mapolda Kalbar, Senin (29/7/2019) 

Keluarga dari Anak Disabilitas Yang Meninggal di PLAT Sesalkan Kinerja Dinas Sosial

PONTIANAK - Tak terima anaknya meninggal dengan tak wajar, Ali (72) melapor ke Polda Kalbar untuk minta keadilan atas nyawa anaknya yang melayang akibat di aniaya oleh 2 orang penghuni PLAT (Pusat Layanan Anak Terpadu) Pontianak.

Ali tak menyangka, sang anak yang memilki kekurangan fisik sampai hati di aniaya didalam PLAT hingga meningal dunia.

Ia pun mengaku sangat menyangkan dan kecewa atas kinerja pengurus PLAT serta dinas sosial pontianak.

Ia mengungkapkan bahwa, ia mengetahui bahwa sang anak di tempatkan di PLAT setelah sang anak 7 hari berada disana.

Baca: Mahasiswi Cantik di Pontianak Diduga Nekat Curi Motor Temannya, Kini Berurusan dengan Polisi

Baca: Sejumlah Barang Raib Digondol Maling, Jamilah Beberkan Kronologinya

Itupun, dirinya yang berupaya mencari sang anak hingga berkeliling Kota Pontianak, dan selanjutnya ia menghubungi pihak dinas sosialdan ternyata sang anak berada lokasi tersebut.

"Dia keluar, dia minta izin dengan saya, selama 7 hari saya itu cari dia ke keliling, saya sampai jatok saya, akhirnya saya inisiatif sendiri, saya nelpon dinas sosial. dulu pernah memang dia masuk, karena orang - orang itu yang mendampinginya, dikeluarkan dengan baik saya yang mengambilnya, tapi setelah kedua kali ini mereka tidak ada menghubungi saya, ditangkapnya dimana, posisi dimana, masalahnya apa, tidak pernah ada kabar berita dengan saya, setelah saya dapat nelpon itu, dia bilang anak bapak ada di PLAT,"tuturnya.

Kemudian, setelah itu ia berencana untuk mengunjungi sang anak di Plat, namun ternyata sang anak telah terlebih dulu dipanggil Tuhan Yang Maha Esa, namun yang ia kesalkan ialah pihak Dinas tidak memberikan segera menginformasikan kepada dirinya dan keluarga bahwa sang anak masuk rumah sakit.

"Jadi rencana Sabtu saya mau ngunjungi dia, atau hari Senin ini, jadi pas hari Sabtu itu, datang dari dinas sosial kerumah, dia tak mau masuk kerumah, dia bilang, anak bapak masuk rumah sakit kota, saya tanya sakitnya apa pak. Dia bilang lepas makan, demam, langsung bekupuk mulutnya, dia bilang bapak jangan tekejot, bapak harus datang kesana, anak bapak sudah meninggal,"katanya.

"Jadi saya dapat informasi anak ini dibawa kerumah sakit abis isya, setengah 8, tapi dari setengah 8 ini, anak ini dibawa kerumah sakit kota tanpa sepengetahuan saya, jadi dia bilang wa saya ada masuk ndak pak, saya bilang, Ndak, saya ndak ada kuota. Tapi kalau memang orang yang benar - benar menjaga anak, walau wa saya tidak aktif, telpon biasakan bisa, berarti ini benar - benar dilalaikan, saya ndak terimanya apa, anak saya mati tinggal mayat,"timpalnya.

Selain itu, ia juga mempertanyakan atas dasar apa sang anak kali ini dibawa ke PLAT.

"Tidak ada pemberitahuan dari penangkapan, dari beberapa Hari, masalah apa dia ditangkap, kasus apa, kalau seumpa ini mencuri, kan kakanya ada, saya ada, memang kami orang miskin, tapi keluaga besar kan bisa diinformasikan,"ujarnya.

"kemana orang - orang itu, anak saya sampai terlantar begitu, gimana perilaku disana, kenapa anak saya digabungkan dengan anak berhadapan dengan hukum, anak saya tidak ada salah, kalau ada masalah saya tau ada masalahnya, seandainya dia mencuri, ada laporannya,"katanya sembari bertanya.

Penulis: Ferryanto
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved