Breaking News:

Citizen Reporter

IPNU Kubu Raya Gelar Dialog Publik Radikalisme di Pesantren Hidayatul Mubtadiien

Beliau mengingatkan tentang sejarah berdirinya Bangsa Indonesia yang besar ini dari rekam jejak jasa para ulama dan santri yang gugur sebagai syuhada

Penulis: Syahroni
Editor: Ishak
ISTIMEWA
Suasana Dialog Publik Radikalisme di Pesantren Hidayatul Mubtadiien 

IPNU Kubu Raya Gelar Dialog Publik Radikalisme di Pesantren Hidayatul Mubtadiien

Citizen Reporter
Ulil Abshor
Pengurus IPNU Kubu Raya

KUBU RAYA - Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Kabupaten Kubu Raya, gelar dialog publik dengan tema "Radikalisme Musuh Generasi Millenial" di Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadiien Jl. Parit H. Ali Sungai Raya. (28/7) sore.

Pada kegiatan ini, dihadiri langsung pengasuh Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadiien, Kiyai H. Ahmad Muhyiddin Sholeh, yang membuka acara secara resmi.

Ketua IPNU Kubu Raya Rekan Misli Saputra, Ahmad Fathony Sekretaris Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kubu Raya, IPDA I Komang Suparmi dan Bripka Sudarno dari Polsek Sungai Raya.

Baca: IPNU dan IPPNU Sungai Pinyuh Lakukan Kajian Rutin

Baca: IPNU IPPNU Kubu Raya, Gelar Sarasehan Daerah

Tujuan dari acara dialog publik ini, melibatkan Santriwan dan Santriwati pondok pesantren yang notabanenya juga masih pelajar madrasah tsanawaiyah setara (SMP) dan madrasah aliyah setingkat (SMA).

Misli Saputra, menegaskan bahwasanya dari kegiatan tersebut, sebagai wujud proses kaderisasi dalam bingkai poros IPNU sebagai organisasi kader memiliki beban tanggung jawab. Untuk terus mensosialisasi Empat Pilar Kebangsaan kepada pelajar maupun siswa yang ada di Kabupaten Kubu Raya

"Tidak akan pernah lelah untuk, mengabdi kan diri dengan segenap tenaga. Terus melakukan kegiatan yang berbasis kepelajaran sosial dengan melalui dialog dialog, seminar kebangsaan dan bincang langsung dengan menyapa pelajar dan mendatangkan narasumber di bidangnya sudah mumpuni". ucapnya

Dalam pesan sambutan hangatnya, KH. Ahmad Muhyiddin Sholeh selaku Pengasuh dan Pendiri Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadiien Sungai Raya, menyampaikan bahwa ia sangat berterima kasih dan mengapreasiasi dari adanya kegiatan dialog yang dilaksanakan ini.

Beliau mengingatkan tentang sejarah berdirinya Bangsa Indonesia yang besar ini dari rekam jejak jasa para ulama dan santri yang berjasa gugur sebagai syuhada.

Baca: IPNU Kubu Raya Gelar Pelatihan Wirausaha Pelajar

Baca: Primaraya Hadirkan IPNU Kubu Raya Gelar Pelatihan Protokoler

Mengorbarkan jiwa dan raganya demi kemerdekaan Indonesia. Melalui peran dan sosok pendiri muassis jamiyyah Nahdlatul Ulama, Hadratus Syaikh Muhammad Hasyim Asyari sebagai pahlawan nasional.

IPDA I Komang Suparmi perwakilan Polisi Sektor wilayah Sungai Raya. Dalam tuturan penjelasannya bahwa adanya gerakan radikalisme di masyarakat yang sangat meresahkan juga akan lambat laun merambat pada kalangan pelajar dan mahasiswa.

Sehingga begitu penting sekali membentengi diri dengan menanamkan nilai nilai pancasila sebagai bekal kita akan selalu menjaga Negara tercinta Indonesi.

Akhmad Fathony selaku narasumber dari Sekretaris FKUB Kubu Raya, menambahkan bahwa dengan mencintai lagu kebangsaan Indonesia dengan sepenuh hati berarti masih mencintai Indonesia setulus hati.

Bahkan bahaya kaderisasi tertutup yang dilakukan sebagian kelompok kecil adalah marak munculnya radikalisme menjadikan negara sekuler tidak akan pernah terwujudkan

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved