Dukung Pemkot Singkawang Awasi Produk Halal, Ini Catatan PMII Singkawang

Pemerintah Kota (Pemkot) Singkawang melalui Dinas Perdagangan, Perindustrian Koperasi (Disperindagkop) dan Usaha Kecil Menengah

Dukung Pemkot Singkawang Awasi Produk Halal, Ini Catatan PMII Singkawang
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA
Selama 3 hari berturut dari tanggal 25 - 27 Januari 2019 yaitu tepatnya pada hari Jumat hingga Minggu PC PMII Singkawang turun ke Jalan untuk mengadakan penggalangan dana. 

Dukung Pemkot Singkawang Awasi Produk Halal, Ini Catatan PMII Singkawang

SINGKAWANG - Pemerintah Kota (Pemkot) Singkawang melalui Dinas Perdagangan, Perindustrian Koperasi (Disperindagkop) dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Kota Singkawang akan melakukan pengawasan dan monitoring langsung dalam waktu dekat.

Pengawasan lapangan dilakukan terhadap produk yang memiliki kandungan babi terutama sosis dan kerupuk di sejumlah pasar Kota Singkawang.

Langkah Pemkot Singkawang didukung Pengurus Cabang (PC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Singkawang.

"Kami setuju dengan tindakan pemerintahan untuk melakukan pengawasan di lapangan dan monitoring terhadap makanan yang mengandung babi dan telah beredar di Kota Singkawang," kata Ketua PC PMII Kota Singkawang, Irma Suryani, Senin (29/7/2019).

Baca: Usai Japan Open, Ini Hasil Undian Wakil Indonesia di Thailand Open 2019, Tanding Mulai 30 Juli

Baca: Bupati Buka Gawai Dayak ke X Kabupaten Sekadau

Baca: Warga Kalbar Dikabarkan Mati dan Hidup Lagi, Warga: Masak Habis Meninggal Langsung Ngomong & Berdiri

PMII juga mendukung Pemkot untuk memastikan produk yang bersertifikat halal resmi dan pelaku-pelaku yang sengaja memberi label halal, tetapi tidak memiliki sertifikasi halal segera di tindak lanjuti.

Tak hanya itu, langkah pemerintah mendorong para pedagang untuk mengajukan sertifikasi halal pun di aminkan PMII.

"Tetapi biaya yang dibebankan sesuai dengan kategori penghasilan pedagang sehingga pedagang-pedagang kecil tidak merasa terbebani," pintanya.

Proses pembiayaan secara kolektif dapat menjadi solusi untuk menghemat biaya sertifikasi.

Pemberian subsidi pun dapat dilakukan Pemkot Singkawang kepada para pelaku usaha skala kecil.

Ia mengajak masyarakat untuk sadar dengan pemberian label halal yang tidak sesuai dengan ketentuan dan tidak memiliki sertifikasi.

Hal ini juga untuk kenyamanan bersama terutama bagi umat muslim yang memang tidak diperbolehkan dalam agamanya makan makanan yang mengandung babi.

Masyarakat juga harus jeli dan tidak sembarangan dalam membeli produk-produk makanan.

"Mari sadari bersama khususnya untuk para pedangan agar tdk sembarang memberi label halal," ajak Irma.

Penulis: Ridhoino Kristo Sebastianus Melano
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved