Piala Indonesia

KECEWA DITUNDA, Kisah Suporter PSM yang Tempuh Perjalanan 10 Jam Ingin Nonton Final Piala Indonesia

KECEWA DITUNGA, Kisah Suporter PSM yang Tempuh Perjalanan 10 Jam Ingin Nonton Final Piala Indonesia

KECEWA DITUNDA, Kisah Suporter PSM yang Tempuh Perjalanan 10 Jam Ingin Nonton Final Piala Indonesia
FIRZIE IDRIS/BOLASPORT.COM
Haskim, seorang suporter PSM Makassar dari Kota Belopa, Kabupaten Luwu, yang hadir di Stadion Mattoangin pada laga leg kedua final Piala Indonesia, Minggu (28/7/2019). 

KECEWA DITUNGA, Kisah Suporter PSM yang Tempuh Perjalanan 10 Jam Ingin Nonton Final Piala Indonesia

Kekecewaan terpancar dari para suporter PSM Makassar usai penundaan laga leg kedua final Piala Indonesia, di Stadion Mattoangin, Makassar, Minggu (28/7/2019).

Apalagi, kisah perjuangan para suporter yang datang dari jauh hingga mengeluarkan biaya tak sedikit untuk menonton klub kesayangan mereka tersebut melawan Persija Jakarta.

Ada yang berkisah kepada Bolasport.co bahwa mereka harus menempuh perjalanan hingga 10 jam untuk datang ke ibu kota Sulawesi Selatan tersebut.

Baca: PANAS, Sedang LIVE: Wasit Ganjar Kartu Merah, Sriwijaya Langsung Ungguli Persiraja, Hasil LIVE SCORE

Suporter PSM memang sudah berjejal memadati stadion berkapasitas 15.000 penonton tersebut dengan antrean masuk ke gerbang sudah mengular sejak 3 jam sebelum kick-off.

"Kami mohon maaf kepada para suporter yang telah hadir. Kami mendapatkan kabar kalau Persija Jakarta tidak mau bertanding," tutur panpel lewat pengeras suara.

Hal ini pun mendapatkan tanggapan dari para suporter yang telah berkumpul. Sontak mereka berteriak "boo!" dan kekecewaan jelas tampak di muka mereka.

"Kecewa tentu saja, kami datang dari jauh. Ongkosnya juga banyak," kata Haskim, seorang suporter PSM dari Kota Belopa, Kabupaten Luwu.

"Saya menempuh waktu yang tidak sebentar. Perjalanan ke Makassar sekitar 9-10 jam menggunakan bus," ujarnya lagi.

Ia mengungkapkan kalau harapannya adalah pertandingan dapat digelar ulang dalam waktu dekat.

Tetapi, ia juga khawatir tiketnya tak dapat digunakan lagi karena ia membeli dari tangan ketiga.

Bus tim PSM Makassar tiba di Stadion Mattoangin, Makassar, jelang final leg kedua Piala Indonesia kontra Persija Jakarta, Minggu (28/7/2019)

"Masalahnya tiket. Saya sudah tak berharap bisa diganti rugi," ujarnya. "Saya beli tiket dengan harga lebih dari dua kali lipat karena sudah dari calo. Saya hanya berharap tiket sama bisa digunakan untuk laga tunda nanti. "

Sementara jtu, Safri, koordinator pedagang kaki lima di Stadion Mattoangin, mengatakan bahwa penundaan ini akan semakin memberatkan tim jagoannya.

Di sela-sela menggelar dan mempromosikan lapaknya di depan Gerbang 4 Stadion Mattoangin, ia juga menyesali insiden pelemparan yang mengakibatkan kaca bus tim Persija pecah.

"Kondisi ini sangat tidak menguntungkan bagi tim karena sudah banyak pertandingan tertunda," ujar pria yang mengaku sudah puluhan tahun berjualan di Stadion Mattoangin tersebut.

Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) resmi menunda final leg kedua Piala Indonesia antara PSM Vs Persija.

Pertandingan yang sedianya digelar Minggu Minggu (28/7/2019) di Stadion Andi Mattalatta, Matoanging, Makassar ini akan dijadwalkan kembali.

Pernyataan itu disampaikan Sekretaris Jenderal PSSI, Ratu Tisha Destria, dalam situs resmi PSSI.

“Atas dasar pertimbangan keamanan dan kenyamanan, laga final kedua Kratingdaeng Piala Indonesia kami tunda,” kata Sekretaris Jenderal PSSI, Ratu Tisha Destria.

Menurut Tisha, PSSI akan segera memutuskan waktu dan tempat pelaksanaan pertandingan final kedua secepatnya.

“PSSI mempercayakan pengembangan sepak bola di Makassar,” jelas Tisha.

PSSI juga mengajak suporter kedua tim untuk selalu menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas dan fairplay.

Keamanan dan kenyamanan pertandingan menjadi tanggung jawab kita bersama.

Penundaan laga ini terjadi setelah tim tamu PersijaJakarta mengalami beberapa insiden yang mengganggu jalannya persiapan tim.

Insiden tersebut adalah teror petasan dan suara knalpot yang dilakukan oleh oknum kelompok orang di hotel tempat para pemain Persija menginap pada Sabtu (27/7/2019) dini hari.

Insiden tersebut sempat terekam dan dibagikan oleh videografer Persija, Yudistira Achmad, di akun Instagram pribadinya.

Insiden lain terjadi setelah Persija selesai menggelar latihan tertutup di Stadion Mattoangin, Sabtu (27/7/2019) sore.

Baca: LINK STREAMING RCTI - Final Piala Indonesia Leg 2, Pelatih PSM Sesumbar Putus Haus Gelar 19 Tahun



Para Pemain serta staf Persija yang sedang dalam perjalanan keluar area stadion menggunakan bus dilempari batu oleh oknum yang saat itu berada di sekitar stadion.

Hasilnya, beberapa orang di dalam bus terluka. Kondisi paling parah dialami oleh Aditya Julistyawan, masseur Persija Jakarta.

Ia mengalami luka parah di kepala sehingga harus diberi perawatan medis karena pecahan kaca akibat dari pelemparan benda tumpul.

Melihat kondisi dinilai sudah tidak kondusif, pihak Persija Jakarta meminta kepada PSSI agar pertandingan dijadwal ulang serta tempat pertandingan dipindah ke daerah netral.

Permintaan itu pun akhirnya direspons oleh PSSI.
(*)
Penulis: Haryanto
Editor: Haryanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved