Kapolsek Lumar Sosialisasikan Ancaman Pidana Bagi Pelaku Karhutla

Cegah terjadinya Kebakaran Hutan dan Lahan di sekitar kecamatan Lumar, Prajurit TNI dan Polri bersama petugas dari mangala agni

Kapolsek Lumar Sosialisasikan Ancaman Pidana Bagi Pelaku Karhutla
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Kapolsek Lumar Sosialisasikan Ancaman Pidana Bagi Pelaku Karhutla 

Kapolsek Lumar Sosialisasikan Ancaman Pidana Bagi Pelaku Karhutla

BENGKAYANG - Cegah terjadinya Kebakaran Hutan dan Lahan di sekitar kecamatan Lumar, Prajurit TNI dan Polri bersama petugas dari mangala agni Gencarkan Patroli Gabungan Cegah Karhutla di kec lumar

Kapolsek Lumar Ipda Sunarli menuturkan adanya Patroli gabungan ini anggota Polsek Lumar jajaran Polres Bengkayang, bersama anggota koramil Lumar dan Tim Manggala Agni untuk mengantisipasi karhutla

"Patroli gabungan ini sesuai petunjuk dan arahan dari pimpinan kami (Kapolres Bengkayang) yakni bersinergitas TNI Polri dan Manggala agni, kami selalu bersama-sama dalam mengantisipasi terjadinya karhutla, terutama di kawasan wilayah hukum Polsek Lumar ," kata Kapolsek Lumar, Ipda sunarli, pada Sabtu (2‎7/7/2019).

Baca: Semarakkan HUT RI ke-74, Wali Kota Singkawang Instruksikan Pemasangan Bendera Merah Putih

Baca: Peringati HUT ke-73 Palad Paldam XII/Tanjungpura Gelar Syukuran

Baca: Rencanakan Pembangunan 2020, Desa Angsang Gelar Musyawarah Desa

Pencegahan dan antisipasi yang di lakukan bersama TNI dan Polri dengan menyambangi masyarakat dan melakukan sosialisasi tentang dampak dan ancaman pidana kepada pelaku yang melakukan pembakaran hutan dan lahan dengan alasan apapun.

"Harapan dengan telah Sosialisasi ini dilakukan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa membuka lahan dengan cara dibakar, merupakan tindakan yang salah dan bisa dijatuhi hukuman pidana, karena ancaman pidana penjara yang di sertai denda hingga 10 miliar "kata Sunarli

Lanjutnya, Kami mengimbau masyarakat, jika membuka lahan agar tidak membakarnya, karena sangat berbahaya terlebih di musim kemarau, terutama bagi kesehatan., selain itu juga ada sanksi pidana

Kapolsek Lumar ini menuturkan ada beberapa Undang-undang yang menyatakan dengan tegas larangan membakar hutan dan lahan dengan sengaja seperti yang diamanahkan dalam UU No 41 tahun 1999 tentang kehutanan pasal 78 ayat 3 di sebutkan pelaku pembakaran hutan di jerat pidana kurungan 15 tahun dan dengan Rp 5 Miliar‎.

dan juga pada UU No 18 Tahun 2004 tentang perkebunan pasal 8 ayat 1 di sebutkan seorang yang sengaja membuka lahan dengan cara di bakar akan di jeral pidana penjara 10 tahun dan denda Rp 10 miliar.

Selain itu juga pada UU No 32 tahun 2009 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup pada pasal 108 menyebutkan seorang yang sengaja membuka lahan dengan cara di bakar akan di jerat sanksi pidana minimal 3 tahun penjara dan denda 10 miliar.

"Kegiatan patroli yang melibatkan 4 anggota TNI, 2 Polsek Lumar dan 2 tim dari Manggala Agni ini sudah rutin di lakukan mulai jauh - jauh hari agar masyarakat bisa mencegah membakar lahan,"pungkasnya.

Penulis: Hadi Sudirmansyah
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved