DMI Bersama Polres Sekadau Lakukan Safari Subuh, Polisi Sempatkan Berikan Imbauan Kamtibmas

Bersama DMI Kabupaten Sekadau, Polres Sekadau melakukan safari subuh di Masjid Al Mutmainah, Jalan Merdeka Timur kilometer 7

DMI Bersama Polres Sekadau Lakukan Safari Subuh, Polisi Sempatkan Berikan Imbauan Kamtibmas
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Bersama DMI Kabupaten Sekadau, Polres Sekadau melakukan safari subuh di Masjid Al Mutmainah, Jalan Merdeka Timur kilometer 7, Desa Mungguk, Kecamatan Sekadau Hilir, Kabupaten Sekadau, Minggu (28/7) 

DMI Bersama Polres Sekadau Lakukan Safari Subuh, Polisi Sempatkan Berikan Imbauan Kamtibmas

SEKADAU - Bersama DMI Kabupaten Sekadau, Polres Sekadau melakukan safari subuh di Masjid Al Mutmainah, Jalan Merdeka Timur kilometer 7, Desa Mungguk, Kecamatan Sekadau Hilir, Kabupaten Sekadau, Minggu (28/7).

Kasat Binmas Polres Sekadau, IPTU Masdar mengatakan, pada kesempatan itu pihaknya juga menyampaikan imbauan kamtibmas dan sosialisasi tentang Ops Bina Karuna Kapuas 2019.

"Saat ini situasi kamtibmas di Kabupaten Sekadau dalam keadaan aman dan kondusif. Atas nama Kapolres, kami berterima kasih kepada masyarakat yang telah menjaga keamanan bersama pada pelaksanaan pemilu serentak, bahkan, hingga saat ini," ujarnya.

Ia menjelaskan, saat ini Polri sedang melaksanakan Ops Bina Karuna tahap I. Pada Ops Bina Karuna Kapuas tahap I, Satgas Karhutla menempatkan tiga posko.

Baca: Kapolda Kalbar Sumbang Hewan Kurban di Kipan B Yonif 642/KPS

Baca: Niat Solat Sunah Rowatib Sebelum-Sesudah Shalat Lima Waktu: Ustadz Abdul Somad Ungkap Ganjarannya

Baca: Pastikan Tidak Ada Gugatan di MK, KPU Mempawah Segera Tetapkan Calon DPRD Terpilih, Catat Jadwalnya

"Sekadau Hilir poskonya terletak di Jalan Merdeka Barat, Desa Sungai Ringin, sedangkan, dua posko lainnya terletak di Kecamatan Nanga Taman tepatnya di Jalan Nanga Taman di halaman Kantor Camat Nanga Taman. Di Kecamatan Belitang Hilir terletak di Jalan Poros Desa Sungai Ayak," katanya.

Masdar menjelaskan, operasi Bina Karuna dilakukan dengan tujuan untuk mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Sekadau. Ia mengatakan, operasi tersebut dilaksanakan selama 21 hari terhitung mulai 24 Juli 2019.

"Langkah tersebut sebagai upaya agar Kabupaten Sekadau bebas dari asap akibat karhutla," pungkasnya.

Penulis: Try Juliansyah
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved